Konten dari Pengguna

Jepang dan Semngat Penaklukan Wilayah Asia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana bisa negara kecil seperti Jepang dapat menguasai seluruh wilayah Asia?

Munculnya semangat Jepang untuk melakukan invasi ke berbagai negara adalah ketika pengetahuan Barat masuk ke negara tersebut. Sejak itu, Jepang melakukan berbagai usaha serius untuk melakukan modernisasi. Hasilnya, pada awal abad ke-20 hampir seluruh masyarakat Jepang sudah dapat membaca dan menulis. Hal tersebut menempatkan Jepang sebagai negara yang memiliki rakyat paling terdidik di kawasan Timur.

Modernisasi yang dilakukan oleh Jepang dimulai dari pembangunan berbagai sektor industri. Banyaknya pembangunan membuat Jepang berada pada sebuah permasalahan, di mana sumber daya alam yang ada di negara tersebut tidak mencukupi kebutuhan pembangunan mereka. Akhirnya keputusan yang diambil oleh Jepang dalam menghadapi permasalahan mereka adalah dengan melakukan penaklukan terhadap wilayah-wilayah di luar Jepang. Keputusan yang diambil oleh Jepang tersebut meniru sikap kolonialis Barat.

Invasi Jepang yang pertama dilakukan pada 1875 dengan menyerang dan menguasai Kepulauan Kurile yang dikuasai oleh Rusia. Kemudian pada 1879 Jepang melanjutkan dengan menguasai Kepulauan Ryukyu yang dikuasai oleh Cina. Ketika penaklukan tersebut, Jepang mengalami serangkaian peperangan dengan negara besar. Salah satunya pada 1904 terjadi perang antara Jepang dengan Rusia. Dalam perang tersebut Rusia mengalami kekalahan, dan terpaksa melepas wilayah Sakhalin dan Manchuria kepada Jepang. Ketika Perang Dunia I (1914-1918), Jepang bergabung dengan kelompok Sekutu untuk melawan kelompok Sentral yang dipimpin Jerman.

Serangkaian penyerangan yang dilakukan oleh Jepang terhadap beberapa wilayah mendapatkan reaksi keras. Jepang lantas memilih untuk keluar dari Liga Bangsa-Bangsa, organsisai perdamaian yang dibentuk pasca Perang Dunia I. Jepang menganggap pembatasan atas segala ekspansinya merupakan bentuk kelicikan Barat yang tidak ingin melihat negara Timur maju.

Pada Perang Dunia II, Jepang semakin menunjukkan watak ekspantifnya dengan bergabung bersama Jerman dan Italia yang dianggap akan memenangkan perang tersebut. Jepang memusatkan penyerangannya di kawasan Asia dengan menduduki beberapa wilayah yang dikuasai pihak musuh. Jepang berhasil menginvasi Filipina, Hong Kong, Burma, dan Malaya.

Tujuan utama Jepang menguasai wilayah jajahannya adalah untuk mengeruk sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut, yang kemudian digunakan untuk pembangunan negara. Akan tetapi berbagai perang yang dilakukan oleh Jepang membuat kebutuhan militer mereka melonjak tinggi. Kebutuhan tersebut akhirnya memaksa pemerintah Jepang mengeluarkan peraturan bagi rakyat di negaranya untuk bekerja dan mengikuti wajib militer. Rakyat Jepang mengalami kesengsaraan selama perang berlangsung demi pembangunan yang mereka lakukan.

Memasuki tahun 1943, Jepang mulai terdesak. Tentara sekutu mulai mengasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Jepang. Ditambah pemberontakan yang dilakukan oleh penduduk asli wilayah jajahan mereka. Hingga akhirnya Jepang benar-benar kalah ketika AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Sumber : Baskara, Nando. 2008. Kamikaze : Aksi Bunuh Diri Terhormat Para Pilot Jepang. Jakarta : PT. Buku Kita.

Foto : nationalgeographic.co.id