Konten dari Pengguna

Jhator: Ritual Pemakaman di Tibet, Mayat Dibiarkan Dimakan Burung Nasar

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Burung nasar memakan potongan tubuh pada ritual Jhator pada 1985 di Lhasa, Tibet. | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Burung nasar memakan potongan tubuh pada ritual Jhator pada 1985 di Lhasa, Tibet. | Wikimedia Commons

Orang-orang di daerah Tibet dan Mongolia punya tradisi ritual pemakaman unik yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Tradisi pemakaman ini disebut Jhator atau Sky Burial.

Orang Tibet memercayai bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi sesama, bahkan hingga akhir hayat. Maka muncul lah tradisi ritual Jhator ini. Setelah kematian seorang warga Tibet asli, jenazahnya tidak boleh diganggu selama tiga hari penuh.

Sebelumnya, jenazahnya dibersihkan dan dibungkus dengan kain putih dengan posisi meringkuk seperti janin. Sebagian jenazah yang tidak bisa diposisikan serupa akan dibiarkan dalam telentang.

Ilustrasi ritual pemakaman Jhator. | Wikimedia Commons

Jenazah sebelumnya dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dibungkus dengan kain putih dengan posisi meringkuk seperti janin. Sebagian jenazah yang tidak bisa diposisikan serupa akan dibiarkan telentang.

Setelah pembacaan mantra selesai, tubuh jenazah akan disayat atau dipotong kecil hingga beberapa bagian oleh seorang anggota biara yang disebut Rogyapas.

Rogyapas yang biasanya ditemani oleh asistennya menggunakan alat dari batu untuk menghancurkan tulang dan daging lalu mencampurnya dengan tepung, mentega dan susu.

Baru setelah itu, campuran tersebut dipersembahkan di tanah lapang sekitar biara untuk kemudian dimakan burung pemakan bangkai atau burung nasar. Namun, ada pula jenazah yang hanya diletakkan di padang terbuka begitu saja dan di sekitar tubuh mereka disulut dupa untuk memanggil kawanan burung nasar.

Situs Jhator di Lembah Yerpa, Tibet. | Wikimedia Commons

Memberi makan kawanan burung nasar berarti membantu makhluk hidup lain untuk bertahan hidup. Jhator dipercaya sebagai bentuk amal terakhir seseorang di muka bumi.

Sebagian besar orang Tibet percaya bahwa tubuh jenazah harus benar-benar bersih dimakan oleh burung pemakan bangkai. Jika ada yang sampai tidak dimakan, berarti orang tersebut menanggung banyak dosa bahkan hingga burung saja tidak mau memakannya.

Budaya Jhator atau Sky Burial ini menarik perhatian dunia dan pernah difilmkan dalam sebuah liputan dokumenter berjudul Secret Towers of the Himalayas.

Ilustrasi ritual pemakaman Jhator. | Wikimedia Commons

***

Referensi: