John Dalton dan Penolakan Hidup Populer

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ahli kimia Inggris, John Dalton, dikenal sebagai salah satu ilmuwan paling cerdas yang pernah ada dalam sejarah dunia sains. Berkat didikan ayahnya, Dalton telah dipercaya untuk mengajar di sekolah dasar Quaker ketika usianya masih sangat mudah, yaitu 12 tahun. Pada 1793, Dalton pindah ke Manchester, dan mengajar ilm pengetahuan alam di sebuah perguruan tinggi Presbyterian di kota tersebut. Minat ilmiah pertama Dalton muncul ketika ia sedang melakukan penelitian terhadap cuaca. Saat itu ia membuat alat untuk mengukur cuaca di rumahnya, dan mencatat hasil observasinya setiap hari. Ia kemudian membuat sebuah artikel ilmiah, Meteorological Observations and Essays, yang diketahui sebagai pendekatan ilmiah pertama mengenai cuaca. Dalton mengumpulkan hampir 200.000 pengamatan cuaca semasa hidupnya. Seperti keberhasilannya membuktikan bahwa hujan terbentuk karena turunnya temperatur, bukan karena perubahan tekanan atmosfir. Dalton juga mengamati aurora, dan menyimpulkan bahwa gaya magnet bumi berperan dalam pembentukan cahaya di utara tersebut. Salah satu fakta yang menunjukkan bahwa Dalton merupakan ilmuwan yang sangat mengagumkan adalah ia ternyata mengidap buta warna. Suatu kondisi yang seharusnya dapat memupuskan harapan setiap ilmuwan untuk berkarya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Dalton. Ia bahkan memberikan studi ilmiah yang pertama tentang kondisinya tersebut pada 1794, kepada sekelompok ilmuwan yang berkumpul di Manchester. Saat itu ia membagikan artikel berjudul “Fakta-fakta Luar Biasa yang Berhubungan dengan Visi Warna” kepada mereka, sebagai bahan penelitian di kemudian hari. Penelitian Dalton terhadap cuaca, telah menuntunnya kepada minat untuk mempelajari armosfir dan gas. Salah satu hasil penelitian Dalton untuk unsur gas adalah “Hukum tekanan parsial Dalton”. Kontribusi terpenting Dalton terhadap ilmu pengetahuan adalah membuat teori atom. Menurutnya, suatu zat itu terdiri dari atom-atom yang tidak dapat dibagi, dan atom secara kimiawi bergabung dengan rasio-rasio sederhana untuk membentuk molekul. Dalton mempublikasikan teorinya pada 1803, dan lima tahun kemudian menerbitkan buku New System of Chemical Philosophy, yang menjelaskan teorinya tersebut. Setelah diterbitkan, bukunya itu mendapat banyak kritikan. Namun Dalton dapat mengatasinya dengan sangat baik, dan masuk akal. Akhirnya para ahli kimia segera menerima teorinya tersebut. Berkat berbagai hasil penelitiannya, Dalton menjadi ahli kimia yang sangat terkenal di Inggris. Namun ia tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang yang amat penting, dan menolak penghargaan mewah apapun. Bahkan ia menolak undangan dari Raja William IV dari Inggris, karena tidak ingin menggunakan pakaian kebangsawanan. Dalton menghabiskan seluruh sisa waktunya untuk mengajar di beberapa sekolah, tidak untuk bersenang-senang. Pada 1832, Oxford University menanugerahi Dalton gelar doktor. Sumber : Tiner, John Hudson. 2005. 100 Ilmuwan yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma Foto : commons.wikimedia.org

