Konten dari Pengguna

Jonas Salk, Sang Penemu Vaksin Polio

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Poliomyelitis, alias polio adalah infeksi virus yang merusak neuron motorik, melemahkan otot dan terkadang mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pada tahun 1900-an wabah polio mulai bermunculan di seluruh dunia.

Polio pertama kali menyerang AS pada tahun 1916 di New York City dan menyebar dengan liar ke seluruh negara bagian selama beberapa dekade berikutnya. Virus ini ditularkan secara oral, biasanya melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Anak-anak biasanya yang tertular virus ini.

Sumber: Wikimedia Commons

Setelah itu orang yang terinfeksi, mereka merasakan nyeri yang menusuk di lengan dan kaki mereka dan kejang otot. Dalam kasus yang parah, mereka yang terinfeksi menjadi lumpuh. Perlahan-lahan merambat ke perut dan dada hingga otot-otot pada organ dalam (paru-paru) sehingga mereka kesulitan bernapas.

Di Amerika Serikat pada tahun 1916-1950an, ada 35.000 orang menjadi cacat akibat komplikasi polio setiap tahun. Untungnya, polio tidak lagi menyerang anak-anak seperti dulu. Sebagian besar berkat ketekunan dan integritas ahli virus dan peneliti bernama Jonas Salk.

Sumber: Wikimedia Commons

Saat ribuan orang menderita dan meninggal, tenaga medis terutama Jonas Salk berlomba mengembangkan vaksin untuk melawan epidemi polio. Salk tahu kengerian penyakit itu. Salk menerima pendidikan kedokterannya di Universitas New York dan mendedikasikan dirinya selama Perang Dunia II untuk penelitian dan pengembangan vaksin flu musiman. Setelah perang, dia mendapat pekerjaan di University of Pittsburgh, di mana dia memenangkan hibah untuk meneliti vaksin polio yang sukses pada tahun 1948.

Pada tahun 1953, Salk mengumumkan bahwa dia yakin dia membuat vaksin yang layak. Setelah dua tahun masa percobaan, vaksin buatannya terbukti benar. Dia bahkan memvaksinasi anaknya sendiri dengan vaksin percobaan. Salk mengejutkan dunia dengan merilis paten untuk vaksinnya yang bernilai tujuh miliar dolar kepada publik.

Sumber: historydaily.org