Kapan Manusia Memulai Tradisi Berjabat Tangan?

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita sudah terbiasa bersalaman, berjabat tangan dengan orang lain. Di kebanyakan negara di dunia, jabat tangan dilakukan saat bertemu, menyapa, atau berpisah. Di zaman modern, tujuan berjabat tangan adalah untuk menyampaikan kepercayaan, rasa hormat, keseimbangan, dan kesetaraan.
Kapan dan mengapa manusia berjabat tangan tidak sepenuhnya jelas dan sulit untuk menentukan dimana perilaku ini muncul. Para arkeolog telah menemukan teks kuno, relief, dan artefak yang mengungkapkan bahwa berjabat tangan adalah hal yang sudah biasa. Tampaknya tradisi jabat tangan sudah ada sejak abad ke-9 SM. Relief Raja Assyria, Shalmaneser III tampak berjabat tangan dengan penguasa Babilonia untuk menutup suatu pertemuan.
Ada juga prasasti penguburan abad ke-5 SM yang dipajang di Museum Pergamon, Berlin yang memperlihatkan dua tentara yang berjabat tangan. Penggambaran serupa tentang berjabat tangan telah ditemukan pada makan lainnya.
Pada abad ke-4 dan ke-5 SM, relief penguburan Yunani menggambarkan seseorang berjabat tangan dengan anggota keluarga. Itu merupakan isyarat yang menandakan perpisahan terakhir atau ikatan abadi antara yang hidup dan yang mati.
Sedangkan orang Romawi kuno menganggap berjabat tangan sebagai tanda kesetiaan dan kepercayaan. Ilmuwan sejarah menyatakan tradisi jabat tangan dimulai sebagai simbol perdamaian.
Di zaman kuno, banyak pria membawa senjata dan memegangnya di tangan kanan. Jika seorang pria bertemu seseorang yang ingin jadikan teman, dia akan mengulurkan tangan kanan yang kosong menunjukkan bahwa dia tak akan menggunakan senjata. Untuk benar-benar memastikan bahwa tidak ada orang yang tiba-tiba meraih senjata, masing-masing orang menggenggam tangan yang lain dan memegangnya dengan kuat sampai masing-masing yakin bahwa dia adalah seorang teman.
Jabat tangan juga merupakan simbol itikad baik saat membuat sumpah atau janji. Menurut sejarawan Walter Burkert, kesepakatan dapat diungkapkan dengan jelas dalam kata-kata. Tetapi hanya dengan menggenggam tangan satu sama lain dalam jabat tangan, perilaku itu dipahami sebagai suatu kesepakatan.
Sumber: ancientpages.com
