Konten dari Pengguna

Kehancuran Pahlawan Athena Akibat Konspirasi Ciptaannya Sendiri

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pemimpin besar militer Yunani, Alcibiades, lahir di Athena, tahun 450 SM, sebagai keponakan negarawan besar, Pericles. Alcibiades sempat menjadi murid dari filsuf besar Socrates, sebelum akhirnya memutuskan untuk memfokuskan dirinya pada dunia militer. Alcibiades tekenal karena sikapnya yang tidak menghargai peraturan moral apapun.

Setelah bertugas dengan baik di Angkatan Bersenjata Athena, Alcibiades terpilih sebagai salah satu dari 10 jenderal besar Athena tahun 420 SM. Ia juga berhasil menyelamatkan nyawa Socrates dalam Pertempuran Delium tahuh 424 SM.

Setelah Pericles meninggal, dan Perang Peloponesia memasuki tahun kedua belas, Alcibiades meyakinkan para pemimpin militer Athena untuk mengirimkan angkatan lautnya menyerang kota Syracuse di Sisilia. Sebagai seorang yang sangat berambisi dalam perang, Alcibiades memiliki cukup banyak musuh yang ingin menjatuhkannya dari posisi jenderal besar Athena.

Sebuah peristiwa memalukan terjadi menimpa Alcibiades, malam hari sebelum keberangkatan, patung-patung dewa Hermes dipotong-potong oleh para pesaingnya. Alcibiades lalu dituduh melakukan tindakan menentang dewa itu, dan diminta untuk bertanggung jawab. Para musuhnya membujuk pemerintah untuk menahan Alcibiades, dan sebuah pasukan pengawal dikerahkan untuk membawanya pulang.

Menyadari bahaya itu, Alcibiades meninggalkan armadanya dan berlayar ke Argos. Ia kemudian pergi ke Sparta untuk menawarkan jasanya, sambil berusaha mencari perlindungan walau harus pada musuh lamanya itu. Tertarik oleh tawaran itu, pemerintah Sparta mengizinkan Alcibiades untuk tinggal di sana.

Pharnabazus membunuh Alcibiades dengan menyuruh sekelompok orang bersenjata mendatangi rumahnya di Phrygia. Alcibiades akhirnya dihancurkan oleh konspirasi licik yang dilakukannya sendiri.

Alcibiades segera diberi kedudukan dalam militer Sparta karena mereka sangat yakin akan kamampuan berperangnya. Namun Sparta tidak begitu saja percaya kepada mantan musuhnya itu. Keadaan di Sparta semakin buruk bagi Alcibiades setelah ia mencoba untuk merayu istri sang raja. Alcibiades pun melarikan diri dari Sparta, menyeberangi laut Aegea menuju Asia Kecil, di mana ia menawarkan jasanya kepada Tissaphernes, Gubernur Persia.

Oleh karena masih berharap untuk dapat kembali ke Athena, Alcibiades lalu mengajukan permohonan pada pemerintah Athena. Awalnya permohonannya itu ditolak, namun akhirnya beberapa jenderal Athena memberinya wewenang untuk memimpin sebuah armada Athena di pulau Samos.

Alcibiades lalu meninggalkan Persia, dan segera memegang komando atas pasukan Athena. Dengan cepat, Alcibiades mampu memperoleh beberapa kemenangan bagi Athena, terutama di Cyzicus, ketika 60 kapal Sparta dihancurkan. Tahun 407 SM, Alcibiades kembali ke Athena dan disambut sebagai seorang pahlawan besar.

Sparta yang memperoleh kemenangan penuh atas Athena tahun 404 SM di bawah komando Lysander, menuntut penyerahan Alcibiades, seorang yang dijuluki “manusia berjubah tiga”. Alcibiades lalu melarikan diri ke Asia Kecil, di mana Gubernur Persia, Pharnabazus setuju untuk memberinya izin tinggal.

Namun tidak lama setelah itu, atas tekanan komandan Persia Lysander, Pharnabazus membunuh Alcibiades dengan menyuruh sekelompok orang bersenjata mendatangi rumahnya di Phrygia. Alcibiades akhirnya dihancurkan oleh konspirasi licik yang dilakukannya sendiri.

Sumber : Crompton, Samuel Willard. 2007. 100 Pemimpin Militer yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org