Konten dari Pengguna

Kekaisaran Samanian, Pembawa Kejayaan Persia di Masa Islam

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Kekaisaran Samanid atau Samanian berdiri pada tahun 819–999 M. Kekaisaran ini adalah sebuah dinasti dari bangsa Persia yang dahulu wilayahnya terbentang dari negara Iran hingga Uzbekistan. Sejarah kekaisaran ini begitu terkenal di kawasan Iran dan Asia Tengah dan dijadikan pembelajaran sejarah nasional di negara Iran.

Kekaisaran ini dinamai menurut pendirinya Saman Khuda. Ia adalah bangsawan Persia beragama Zoroastrian yang masuk Islam setelah kekaisaran Persia Sassanian takluk oleh pasukan Arab. Oleh karena itu, Samanian adalah dinasti Persia-Islam asli di kawasan Iran Raya dan Asia Tengah.

Meski dinasti kerajaan telah terbentuk, cucu dari Saman Khuda masih berada dibawah pengaruh politik dinasti Abassiyah, dinasti Arab yang mengislamkan Persia. Empat cucu pendiri dinasti, Sāmān-Khudā, telah diberi wilayah kekuasaanya masing-masing, yaitu Nūḥ memperoleh Samarkand; Aḥmad memperoleh Fergana; Yaḥyā memperoleh Shāsh (Tashkent); dan Elyās memperoleh Herāt.

Sumber: Wikimedia Commons

Di masa Samanian, bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang luar biasa sehingga menarik para sastrawan dan ilmuwan Persia seperti Rudaki, Ferdowsi, dan Avicenna mengembangkan karyanya di masa tersebut. Saat di bawah kekaisaran Samanian, Bukhara menjadi pusat kebudayaan Persia dan ilmu pengetahuan menyaingi kota Baghdad pada masa itu.

Para ahli sejarah mencatat bahwa Samanian berhasil menghidupkan kembali kegemilangan peradaban Persia di masa Islam melebih era dinasti Buyahid dan Saffarian. Suatu langkah kebangkitan identitas bangsa Persia adalah pihak otoritas Samanian menyatakan bahwa bahasa Parsi (Persia) adalah bahasa resmi kekaisaran. Sebelumnya mereka menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, meskipun mereka tetap memelihara bahasa Arab sebagai bahasa penting kedua.

Sumber: Wikimedia Commons

Kekaisaran Samanid berhasil membawa budaya dan identitas Persia ke dalam dunia Islam. Kemudian berperan pada pembentukan budaya Turko-Persia yaitu kebudayaan Persia yang diadopsi oleh bangsa Turki.

Sumber: self.gutenberg.org, britannica.com