Keluarga Adams, Dinasti Politik Termasyhur di Amerika Serikat

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(John Quincy Adams. Sumber: commons.wikimedia.org)
Keluarga Adams memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan pemerintahan di Amerika Serikat selama masa perjuangan kemerdekaan abad ke-18. Sangat jarang, atau bahkan mungkin tidak ada keluarga lain pada masa itu yang dapat menyamai keluarga Adams dalam kancah politik Amerika. Sampai-sampai para ahli sepakat bahwa jika Amerika Serikat memiliki sebuah keluarga kerajaan maka itu pasti keluarga Adams.
Awalnya, keluarga Adams terbentuk di tanah Inggris, ketika Henry Adams menikah dengan Edith Squire pada 1609. Pasangan itu kemudian bermigrasi ke wilayah koloni Inggris di Massachusetts pada 1636, ketika terjadi perpindahan besar-besaran warga Inggris akibat adanya kesenjangan sosial di wilayah Inggris.
Kemudian mereka menetap di Braintree, di pantai timur Massachusetts. Keluarga itu melahirkan banyak keturunan yang pada awalnya tidak dikenal oleh siapapun. Hingga pada akhirnya lahirlah John Adams dan Samuel Adams pada abad ke-18.
John Adams sangat berhasrat menjadi seorang tentara, tetapi ia dididik oleh keluarganya untuk menjadi seorang ahli hukum. Setelah mengenyam pendidikan yang cukup tinggi, John Adams lalu bekerja sebagai penasehat bidang pertahanan untuk tentara nasional Inggris yang dilibatkan dalam peristiwa pembunuhan besar-besaran di Boston pada 1770.
Semangat patriotismenya muncul setelah melihat kebenaran-kebenaran selama ia bertugas. John Adams akhirnya memilih untuk masuk dunia politik, dan aktif dalam Kongres Kontinental pertama. Ia pun menjadi salah serang tokoh yang menandatangani Deklarasi Kemerdekaan.

John Adams menjabat sebagai wakil presiden saat Amerika Serikat dipimpin oleh George Washington. Ia lalu menjadi Presiden Amerika Serikat kedua, dengan masa jabatan 4 tahun, yaitu pada 1797 sampai 1801.
Namun, John Adams memiliki banyak lawan politik selama masa jabatannya sebagai presiden, bahkan ada beberapa pihak yang tidak menyukainya karena berbagai kebijakannya. Salah satunya karena sikapnya yang mendukung perang di laut melawan Prancis pada 1799 tanpa melakukan deklarasi sebelumnya. Oleh karenanya ia dianggap sebagai presiden yang tidak demokratis.
Saudara John Adams, Samuel Adams, adalah seorang politikus yang sangat ahli dalam berpidato. Ia menggunakan kemampuan retorikanya dalam berpidato untuk menghasut para pendengarnya ketika terjadi kerusuhan Boston Tea Party pada 1773.
Samuel Adams pun menjadi salah satu tokoh yang menandatangani Deklrasi Kemerdekaan. Samuel Adams sempat menjabat sebagai wakil gubernur Massachusetts, kemudian menjadi gubernur pada periode selanjutnya.
Tokoh politik penting lainnya dalam keluarga Adams adalah John Quincy Adams, yang merupakan putra sulung John Adams. Ia adalah seorang diplomat dan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dari tahun 1817 sampai 1824.

Tak hanya itu, John Q. Adams terpilih sebagai presiden Amerika Serikat dengan masa jabatan dari tahun 1824 hingga 1829. Sama seperti ayahnya, ia cukup tidak disenangi oleh rakyat Amerika karena ia sering bermain-main dalam politik.
Keahlian John Q. Adams dalam dunia perpolitikan Amerika Serikat terlihat dari terpilihnya kembali ia sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat setelah dirinya lengser dari jabatannya sebagai presiden. Jabatan barunya ini memungkinkan ia bergerak leluasa dalam mengendalikan politik Amerika. Ia sangat menentang perbudakan.
Anggota keluarga lainnya yang sangat mempengaruhi dunia politik Amerika yaitu putra John Quincy Adams, Charles Francis Adams, yang bertugas sebagai duta besar untuk Inggris selama Perang Saudara. Ia berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik untuk membuat Inggris bersikap netral selama terjadi perselisihan antara Amerika Serikat bagian Utara dan Selatan.
Sumber: Crompton, Samuel Willard. 2005. 100 Keluarga yang Berpengaruh di dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma
