Konten dari Pengguna

Keluarga Bernoulli, Ilmuwan dan Matematikawan Besar dari Swiss

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika seseorang akan memecahkan suatu permasalahan perhitungan, terkadang mereka menggunakan kalkulus, atau mungkin statistik angka. Namun tahukah kalian, bahwa formula untuk melakukan perhitungan itu diciptakan oleh sebuah keluarga dari Swiss, yang banyak menghasilkan ilmuwan dan matematikawan hebat. Ya, keluarga itu adalah keluarga Bernoulli dari Basel, Swiss.

Perintis keluarga itu adalah Jakob Bernoulli (1654-1705), yang memilih untuk membangkitkan lingkungan sains di keluarganya. Keluarga Bernoulli membuka sebuah bisnis di bidang farmasi. Jakob Bernoulli mengambil jurusan astronomi di Universitas Basel, dan tahun 1687, ia menjadi guru besar di universitas tersebut. Jakob Bernoulli mengembangkan hukum matematika “Law of Large Numbers”. Hukum itu menyatakan bahwa setiap tingkat kemungkinan yang pasti dapat ditentukan dengan memperbanyak jumlah percobaan, sama seperti dadu yang dilemparkan.

Adik Jakob Bernoulli, Johann Bernoulli (1667-1748) adalah anak ke-10 di keluarga itu. Ia mempelajari ilmu kedokteran dan matematika, yang tidak jauh berbeda dengan kakaknya. Johann Bernoulli menjadi guru besar matematika di Universitas Groningen, Belanda. Jakob dan Johann Bernoulli sering melakukan penelitian bersama, walau ada kalanya mereka terlibat dalam perselisihan ketika mencari solusi dari penelitiannya tersebut. Ketika Jakob Bernoulli meninggal, Johann Bernoulli menggantikan posisinya sebagai guru besar di Universitas Basel.

Keponakan Jakob dan Johann Bernouli, Nikolaus Bernoulli (1687-1759), mempelajari matematika dan ilmu hukum. Ia kemudian mengajar matematika di Universitas Padua di Italia, dan bidang logika hukum di Universitas Basel.

Salah seorang putra Johann Bernoulli, Daniel Bernoulli (1700-1782), mengikuti jejak ayahnya mempelajari matematika dan ilmu kedokteran. Ia bekerja di Akademi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di St.Petersburg. Tahun 1732, Daniel Bernoulli kembali ke Swiss untuk mengajar anatomi, botani, fisiologi, dan fisika. Daniel Bernoulli berhasil memecahkan sebuah persamaan diferensial yang kemudian dikenal dengan nama “Prinsip Bernoulli”. Prinsip itu menyatakan bahwa ketika gerakan zat cair dan gas bertambah, maka tekanannya akan berkurang. Prinsip itu memiliki penerapan yang signifikan untuk desain pesawat terbang, kapal laut, dan juga sistem aliran zat cair dan gas.

Johann II (1710-1790), putra bungsu Johan Bernoulli, banyak melakukan riset mengenai teori panas dan cahaya. Atas hasil kerjanya tersebut, ia menerima penghargaam French Academy sebanyak 3 kali. Putranya, Johan III (1744-1807), dikenal sebagai anak yang memiliki kepandaian luar biasa. Ia meraih gelar doktor di bidang hukum saat berusia 14 tahun, dan mendapatkan tugas dari Raja Frederick yang Agung dari Prusia untuk mengorganisir pusat astronomi di Akademi Berlin.

Sumber : Crompton, Samuel Willar. 2005. 100 Keluarga yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org