Konten dari Pengguna

Kertas Karbon yang Asing Bagi Generasi Milenial

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari ini pada tahun 1806 kertas karbon besutan Ralph Wedgwood (1766–1837) dipatenkan di London. Namun sebagai generasi yang hidup pada zaman teknologi yang serba mudah sekarang ini, generasi milenial tentunya akan sangat asing dengan kertas karbon. Hal ini menjadi wajar karena kertas karbon digunakan seiring dengan kebutuhan akan mesin ketik.

Kertas Karbon yang Asing Bagi Generasi Milenial
zoom-in-whitePerbesar

Mesin ketik sendiri ditemukan oleh Christopher L. Sholes pada 1714, sebelum era komputer datang mesin ketik merupakan salah satu alat yang tidak terlepas dari manusia, semua pekerjaan surat dan menulis dilakukan dengan mesin ketik. Seiring berjalannya waktu mesin ketik yang relatif membutuhkan waktu ekstra membuat Ralph Wedgwood berpikir untuk menciptakan sebuah kertas yang dapat membuat hasil pekerjaan menjadi lebih cepat tanpa harus mengetik ulang, ia kemudian menciptakan ketas karbon

Kertas karbon adalah kertas dengan lapisan tinta kering yang diikat dengan lilin di salah satu sisi. Digunakan untuk membuat salinan naskah hingga beberapa salinan sekaligus.

Cara kerjnya begini, kertas karbon diletakkan di antara dua lembar kertas kosong atau lebih. Ketika kertas paling atas ditulisi dengan menggunakan mesin ketik, kertas karbon yang berada di bawahnya juga ikut terkena tekanan dari pukulan logam yang meninggalkan jejak-jejak huruf pada naskah asli. Tekanan pada kertas karbon memindahkan tinta kertas karbon ke kertas yang berada di bawahnya sehingga kertas yang berada di bawah kertas karbon menjadi salinan dari naskah asli.

Pukulan logam pada mesin ketik meninggalkan bekas pada sisi kertas karbon yang berlapis tinta setelah tinta pindah ke kertas yang ada di bawahnya. Akibatnya, isi naskah yang pernah disalin bisa diketahui dengan melihat bekas jejak-jejak huruf pada sisi kertas karbon yang berlapis tinta.

Sehingga pada waktu itu dengan adanya kertas karbon orang tidak perlu susah payah mengetik ulang naskah yang ingin perbanyak.Kertas karbon ini kemudian tergantikan oleh Mesin fotokopi yang ciptakan oleh ahli fisikawan asal Amerika Chester Carlson pada 1939.

Meski sekarang ini orang sudah akrab dengan berbagai kemudahan teknologi komputer untuk mengetik dan juga printer ketika ingin mencetak serta mesin fotokopi untuk memperbanyak, akan tetapi kehadiran kertas karbon pada zaman dulu yang digunakan manusia hampir 133 tahun lamanya juga menjadi hal yang patutnya diketahui sebagai refleksi bahwa pada zaman dulu orang harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melakukan pekerjannya.

foto : mcdilo.es