Konten dari Pengguna

Kisah Pauline Picard dan Kembarannya yang Misterius

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemberitaan hilangnya Pauline Picard. | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemberitaan hilangnya Pauline Picard. | Wikimedia Commons

Sebuah kisah aneh dan misterius pernah terjadi di sebuah pertanian di Goas al Ludu, di luar Brestm Brittany, Prancis pada April 1922 silam. Daerah tersebut dikenal sebagai daerah yang tenang dan aman, dan hal itu menyebabkan ibu dari gadis yang bernama Pauline Picard yang berusia dua tahun, dengan santai membiarkan putrinya bermain di kebun tanpa khawatir.

Namun, ketika dirasa sudah terlalu lama bermain sang ibu lantas memanggil Pauline. Namun, tidak ada respon dari Pauline yang lantas sang ibu mencari keberadaan anaknya dan mendapati anaknya sudah hilang dan melaporkannya pada polisi. Sejak saat itu Picard kecil dicari oleh seluruh penduduk kota dan polisi.

Media cetak lokal, La Petite menanggap peristiwa hilangnya Pauline sebagai gadis yang menghilang tanpa jejak.

Menurut standar keamanan, 48 jam pertama setelah menghilang sangat penting untuk menemukan korban hilang demi memastikan apakah sang gadis masih hidup. Namun, setelah tiga minggu berlalu, Pauline tidak juga dapat ditemukan, kedua orang tuanya mulai berhenti berharap, dan menganggap dia telah dimakan oleh babi hutan atau hewan buas lainnya.

Ilustrasi tempat tinggal keluarga Picard. | Wikimedia Commons

Sampai akhirnya, suatu hari ada kabar ditemukannya seorang gadis kecil yang mirip dengan Pauline. Sang ibu lantas berkendara sejauh 250 mil atau sekitar 400 kilometer, ke Cherbourg untuk bertemu dengan putri kesayangannya.

Benar saja, sang ibu yang menangis histeris mengatakan "Itu putriku!" dengan sukacita pasangan Picard segera membawa pulang putrinya.

Namun, ternyata kisah tersebut tidak sampai disitu. Jika dicerna oleh logika akan ada muncul pertanyaan bagaimana bisa seorang anak yang masih kecil bisa bepergian sejauh 400 km, dan anehnya Pauline yang ditemukan ini tak mengenali para saudaranya, orang tua, hingga tak bisa berbicara dengan dialek setempat.

Meski demikian, masalah tersebut dapat dijelaskan bahwa mungkin disebabkan oleh stres pascatrauma dengan teorinya Pauline mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari penculiknya sehingga lupa dengan semua keluarganya.

Ilustrasi pemberitaan hilangnya Pauline Picard. | Wikimedia Commons

Ketika ditemukan pakaian yang dikenakan oleh Pauline compang-camping, dengan kondisi yang tidak terawat. Meski sukacita atas kembalinya Pauline yang terkesan ajaib ini sampai ke media cetak Amerika Serikat, New York Times.

Namun, kisah sebenarnya baru dimulai.

Seorang petani yang tinggal di rumah mereka bernama Yves Martin membuat pengakuan bahwa sebelumnya ia telah membunuh Pauline, dan Yves gemetar ketika melihat Pauline masih hidup.

Dia berteriak, "Tuhan tolong aku, aku bersalah!" kemudian dia kabur, hingga dirawat di rumah sakit jiwa.

Pada tanggal 26 Mei, atau satu bulan setelah Pauline ditemukan di Cherbourg, seorang pengendara sepeda motor menemukan mayat gadis di wilayah pertanian Picard, dengan kondisi kepala, kaki dan tangan yang sudah terlepas.

Anehnya, pakaian yang dikenakannya sama dengan pakaian yang dikenakan Pauline saat dia menghilang, bersama beberapa pakaian kotak-kotak, hitam putih, jaket biru navy dan celana hitam yang dikenakan Pauline.

Lebih anehnya, jenazah gadis itu ditemukan di mana polisi telah menyisir daerah itu berkali-kali ketika dia mencari keberadaan Pauline selama berhari-hari.

Ilustrasi pemberitaan hilangnya Pauline Picard. | Wikimedia Commons

Namun, New York Times menyebut mungkin tubuh itu dipindahkan karena sang pembunuh diduga menginginkan mayat gadis tersebut ditemukan.

Pada 27 Mei di tahun yang sama, New York Times merilis berita tentang kejanggalan peristiwa hilangnya Pauline:

“Penemuan yang paling mengejutkan dari semuanya, bagaimanapun, adalah bahwa kepala yang tidak dapat dikenali yang ditemukan di dekat tubuh anak itu bukanlah tengkorak seorang anak kecil tapi dari seorang pria dewasa, sehingga memperkenalkan korban kedua dari seorang pembunuh yang tidak dikenal.”

Penyelidikan tidak menentukan milik siapa pemilik tengkorak tersebut. Tubuh Pauline dimakamkan di bawah nisan yang diukir dengan namanya dan orang tuanya mengadakan pemakaman untuk putri mereka.

Keluarga Picard memutuskan bahwa anak yang mereka temukan di Cherbourg bukanlah Pauline, jadi mereka mengirimnya ke panti asuhan. Tidak ada yang bisa mengetahui identitas aslinya dan sayangnya, dia meninggal beberapa bulan kemudian karena campak.

Tanpa bukti DNA, misteri apa yang terjadi pada Pauline Picard dan anak lainnya tetap tidak terpecahkan hingga saat ini.

***

Referensi: