Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Konferensi Wayang Internasional Pertama
3 Maret 2017 19:13 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:18 WIB
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pada 27 Agustus 1968 di Kuala Lumpur diadakan International Conferense on Traditional Drama and Music of South East Asia suatu Konferensi Internasional tentang seni drama karawitan/pewayangan yang dihadiri hampir sekitar kurang leih 500 seniman yang terdiri dari dalang-dalang, ahli karawitan, para penggiat wayang dari berbagai negara
ADVERTISEMENT
Dalam beberapa pendapat yang dilontarkan para ahli budaya mengatakan bahwa wayang merupakan salah satu kebudayaan yang ajaib, memadukan unsur religi serta filosofinya yang kuat, dengan alunan ‘himne’ atau musik yang khas, menjadikan wayang sebagai sebuah warisan nenek moyang yang berkesinian kalsik tradisional bernilai sangat tinggi. Keunikan wayang ini tidak hanya diakui oleh orang-orang Indonesia saja sebagai penikmatnya, lebih dari itu bahkan diakui oleh dunia Internasional.
Pada 27 Agustus 1968 di Kuala Lumpur diadakan International Conferense on Traditional Drama and Music of South East Asia suatu Konferensi Internasional tentang seni drama karawitan/pewayangan yang dihadiri hampir sekitar kurang leih 500 seniman yang terdiri dari dalang-dalang, ahli karawitan, para penggiat wayang dari berbagai negara.
ADVERTISEMENT
Konferensi tersebut dibuka oleh Perdanan Menteri Tengku Abdul Rahman. Penonton yang didalamnya sebanyak 3000 penonton, selain mempertunjukkan kesenian pergelaran konser karawitan/gamelan dan wayang kuit dari berbagai negara disana juga diadakan diskusi mengenai wayang kulit. Indonesia sendiri menampilkan seni drama Randai dari Sumatera, seni tari drama fragmen ramayana dan pagelaran wayang kulit purwa secara lengkap juga lakon Ramayana, selain itu lebih dari 20 jenis wayang dari berbagai wilayah khas Indonesia turut dipamerkan pada saat itu.
Konferensi Wayang Internasional pertama ini bukan hanya mempertemukan berbagai macam jenis pentas drama dari berbagai belahan negara, konferensi ini nyatanya mampu membuat wayang-wayang khas Indonesia diakui dunia.
Sumber : Mulyono, Sri. 1982. Wayang : Asal-usul, filsafat dan Masa Depannya.Jakarta : PT Inti Idayu Press
ADVERTISEMENT
foto : archikets.blogspot.co.id