Legenda Api Abadi di Bojonegoro

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kamu ternyata di Indonesia ada api yang tetap menyala sekalipun terguyur air hujan? Salah satunya berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di sana terdapat fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah. Fenomena ini diberi nama kayangan api yang berarti api abadi.

Sebenarnya secara ilmu pengetahuan api abadi ini terjadi melalui zona lemah (rekahan) yang mengeluarkan semburan gas. Di dekat titik semburan gas terdapat mata air yang menghasilkan bau menyengat karena mengandung belerang. Dengan kondisi tersebut, api hingga kini belum bisa padam.
Namun, ada legenda yang menceritakan asal usul api abadi di kayangan api tersebut berasal dari zaman Kerajaan Majapahit. Konon, ada seorang pembuat keris (empu), tombak, dan alat pertanian lainnya bernama Empu Supa atau Mbah Kriyo. Empu supa bertapa di sebuah hutan yang diyakini menjadi kompleks kayangan api sekarang. Ia membuat pusaka yaitu keris “Jangkug Luk Telu Blong Pok Gonjo” yang ditempa dan dibakar dari api yang keluar dalam tanah tersebut. Bahkan menurut sebagian sumber, ketika malam hari bentuk api tersebut menyerupai bentuk senjata tradisional, yaitu keris.
Kompleks kayangan api ini berada di tengah hutan, di awal pintu masuk terdapat gapura, kemudian terdapat tulisan kayangan api dalam aksara Jawa (hanacaraka). Sekarang sudah disediakan pendopo dan berbagai fasilitas lainnya.
Sejarahnya kayangan api pernah digunakan sebagai tempat pengambilan api Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Timur ke-XV tahun 2000, kemudian menjadi sumber api semangat saat perayaan hari jadi Bojonegoro dan untuk upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengkubuwana X.
Untuk menuju lokasi wisata Kayangan Api, Anda dapat menempuh perjalanan darat dari Kota Bojonegoro arah selatan kira-kira 20 KM atau sekitar 45 menit dari pusat Kota Bojonegoro. Waktu berkunjung juga sepanjang waktu (24 jam), ditambah lagi tersedia pemandu wisata. Harga tiket masuk juga relatif murah, yaitu Rp8.500,00 per orang dan parkir roda dua Rp2.000,00 per kendaraan serta parkir roda empat Rp10.000,00 per kendaraan.
Bagaimana pembaca, tertarik mengunjungi kayangan api atau api abadi ini?
Sumber:
Laman wisatabojonegoro.com
