Konten dari Pengguna

Letusan Dahsyat Gunung Tambora 2 Abad Lalu

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Sekitar pukul 19:00 tanggal 10 April terlihat tiga bola api besar keluar dari Gunung Tambora. Kemudian, tiga bola api itu bergabung di udara dalam satu ledakan dahsyat," terang Raja Sanggar.

"Maka heran sekalian hambanya, melihat karunia Rabbal’alamin yang melakukan al-Fa’alu-I-Lima Yurid (Apa yang dikehendakiNya), maka teranglah hari maka melihat rumah dan tanaman maka rusak semuanya demikianlah adanya, yaitu pecah gunung Tambora menjadi habis mati orang Tambora dan Pekat pada masa Raja Tambora bernama Abdul Gafur dan Raja Pekat bernama Muhammad." Begitulah situasi ledakan yang digambarkan dalam naskah kuno Kerajaan Bima,1815.

Dua ratus tahun lalu, tepat pada 1815 Indonesia berguncang hebat. Gunung berapi tertingginya memuntahkan isi perutnya.

Letusan yang luar biasa itu menewaskan 91 ribu jiwa dan meluluhlantakkan tiga kerajaan di kaki gunung Tambora yakni Kerajaan Sanggar, Kerajaan Tambora, dan Kerajaan Pekat

Kala itu, tepat pada 10 April 1815, Gunung Tambora Nusa Tenggara Barat memuntahkan material lebih dari 150 miliar meter kubik yang berhasil mengikis kemegahan Gunung Tambora semula 4.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi 2.700 mdpl.

Selain itu, letusan pun membentuk kawah sedalam 1.100 meter dengan diameter 6,2 kilometer. Kepulan asapnya pun konon mencapai 43 kilometer dengan abu vulkanik yang menyebar ke Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Gemuruhnya pun terdengar hingga Pulau Sumatera yang berjarak sekitar 2.600 kilometer dari Tambora.

Selain itu, muntahan Gunung Tambora ampuh menutupi matahari hingga menggelapkan Pulau Sumbawa dengan radius 600 kilometer dari puncak Gunung Tambora. Tak berhenti sampai di sana. Abu vulkanik pun menyebabkan penurunan suhu bumi. Abu vulkanik yang membumbung tinggi di angkasa ternyata memengaruhi iklim dunia selama berbulan-bulan. Daratan Eropa dan Amerika Utara mengalami musim dingin lebih panjang, Australia dan Afrika Selatan turun salju selama musim panas.

Dan di masa itu, letusan Gunung Tambora menyebabkan dunia mengalami 'a year without summer'.

Sumber foto : httpassets-a1.kompasiana.com