Konten dari Pengguna

Little Woman, Novel Gadis Remaja Semasa Perang Saudara Tahun 1860-an

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Little Woman, sebuah novel karya Louisa May Alcott, mengisahkan perjalanan hidup empat orang gadis bersaudara yang tumbuh di New England semasa Perang Saudara tahun 1860-an. Little Woman menjadi salah satu novel remaja terbaik dalam sejarah kesusasteraan Amerika.

Dikisahkan empat orang kakak beradik dari keluarga March, yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy, harus hidup bersama ibunya, sementara ayah mereka ikut bertempur dalam Perang Saudara yang melanda negerinya. Keempat gadis itu belajar untuk mengatasi segala persoalan yang melanda kehidupan mereka, sambil mencoba meraih impian yang sebenarnya sangat sulit untuk diwujudkan.

Novel Little Woman berhasil menggabungkan alur cerita fiksi dengan sebuah kisah para gadis remaja yang harus hidup dengan nilai-nilai tradisional, seperti kewajiban mereka menikah pada usia yang telah ditentukan. Para gadis yang telah masuk pada usia siap nikah saat itu akan dipaksa untuk segera menikah tanpa bisa menikmati kehidupannya.

Akan tetapi Lousia May Alcott berhasil mengubah pandangan masyarakat Amerika mengenai unsur perilaku tradisional tersebut. Melalui karakter Jo March, Alcott ingin membuktikan pada semua orang bahwa perempuan pun memiliki cita-cita yang ingin diraih. Jo March dianggap sebagai pahlawan remaja pertama dalam fiksi Amerika yang mampu mengejar impiannya, di mana pada era itu perempuan diwajibkan untuk menjadi pengurus rumah tangga, tanpa bisa mengejar cita-citanya atau keinginannya. Jo March ingin menjadi seorang penulis, dan ia berhasil mewujudkannya, walau dengan penuh pengorbanan dan konflik batin di dalam dirinya.

Little Woman, meski hanya sebuah fiksi, tetapi sebagian besar kisahnya berasal dari kehidupan nyata dari Louisa May Alcott. Dilahirkan di Pennsylvania pada 1832, Louisa May Alcott menjalani kehidupan yang cukup berat, sama seperti karakter-karakter di dalam novelnya. Ketika keluarganya mengalami kesulitan keuangan, Louisa May Alcott berjuang mengatasinya dengan menulis beberapa karya tulisan. Beberapa novel sensasionalnya dapat diterima baik oleh masyarakat, dan ia menggunakan nama pena dalam setiap karyanya sehingga tidak ada orang yang tahu identitas sebenarnya.

Tahun 1852, Alcott menyerahkan sebuah cerita pada seorang penerbit, namun ditolak karena dianggap tidak pantas untuk diterbitkan, bahkan penerbit mengatakan bahwa Alcott tidak mampu menulis. Semasa Perang Saudara, Louisa May Alcott bekerja sebagai juru rawat di rumah sakit di Washington D.C. Tahun 1863, Alcott membuat sebuah buku berjudul Hospital Sketches, berkisah mengenai pengalaman-pengalamannya semasa perang. Buku itu berhasil mengantarkan Alcott pada kesuksesan di dunia sastra, dan menepis anggapan para penerbit yang meremehkan karyanya.

Tahun 1864, Louisa May Alcott diminta untuk menulis sebuah buku yang mengandung nilai-nilai untuk diterapkan pada seorang gadis. Alcott menghabiskan kurang lebih delapan bulan untuk menulis, dan terciptalah Little Woman. Buku itu menjadi keberhasilan Alcott di dunia penulisan, yang menjadikannya salah seorang penulis terbaik di Amerika.

Sumber : Raftery, Miriam. 100 Buku Paling Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org