Louis Armstrong dan Revolusi Musik Jazz

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Louis Daniel Armstrong lahir di New Orleans, Amerika Serikat, pada 4 Agustus 1901. Ia tumbuh di keluarga yang kurang mampu, maka tak heran jika pendidikan yang didapat hanya sampai sekolah dasar saja.
Ayahnya meninggalkan keluarga ketika Armstrong masih sangat kecil, sehingga ibunya berusaha sangat keras untuk membesarkannya di tengah pemukiman yang sangat miskin di New Orleans.
Bakat musik Louis Armstrong sudah nampak sejak ia masih muda. Ia tergabung dalam sebuah kelompok vokal yang sering tampil di jalanan sekitar New Orleans. Sekitar tahun 1912 hingga 1914, Louis Armstrong dimasukkan ke sebuah rumah penampungan bernama Colored Waifs, karena terlibat masalah dengan pemuda di sekitar tempat tinggalnya.
Di tempat itu ternyata jalan hidup Louis Armstrong mulai berubah. Bermula dari perkenalannya dengan alat musik cornet, ia lalu bergabung dengan band musik tiup di tempat penampungan tersebut. Louis Armstrong akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang musisi profesional.
Sekitar tahun 1917, Louis Armstrong menarik perhatian salah seorang pemain cornet terkenal yang saat itu memainkan musik gaya jazz, King Oliver. Di sinilah awal Louis Armstrong mempelajari alat tiup cornet dengan sangat serius di bawah bimbingan musisi terkenal.
Tahun 1919, Louis Armstrong tergabung dalam kelompok Jazz New Orleans yang tampil di kapal-kapal sepanjang Sungai Mississippi.
Tahun 1922, Louis Armstrong bergabung dengan band King Oliver, Creole Jazz Band, di Chicago. Tahun berikutnya mereka membuat rekaman pertama untuk musik-musiknya.
Tahun 1924, Louis Armstrong pindah ke New York dan bergabung dengan pianis Fletcher Henderson. Di New York, Louis Armstrong mempertegas posisinya sebagai solois terkemuka yang mengembangkan gaya musik baru, dinamakan hot jazz.
Louis Armstrong mulai membangun bandnya sendiri pada 1925 dengan mengusung aliran musik jazz ciptaannya sendiri.
Dalam sejarah musik jazz, Louis Armstrong dianggap menciptakan sebuah tradisi tersendiri untuk imporvisasi gaya musik jazz New Orleans. Ia pun dikenal mampu mengubah musik jazz dari musik berkelompok menjadi musik individu.
Selain itu juga, Louis Armstrong membuat standar baru bagi para peniup terompet, yaitu dengan memperluas ruang permainan melalui not-not tinggi yang impresif.
Pada 1947, Louis Armstrong membentuk kelompok musik yang berisikan musisi-musisi terkenal Amerika, seperti Jack Teagarden, Trummy Young, Barney Bigard, dan Earl Hines. Kelompok musik ini dinamakan All Stars.
Louis Armstrong mendapat banyak julukan dari para penggemarnya, misal Dippermouth, Satchelmouth, Ambassador Satchmo, Satch, Sweet Papa Dip, dan Pops. Louis Armstrong adalah duta musik tidak resmi dari Amerika yang tampil di banyak negara di seluruh dunia.
Pada 1957, Louis Armstrong sempat melakukan konser di Ghana, yang dihadiri oleh ratusan ribu penonton. Louis Armstrong juga diketahui sebagai salah satu musisi pertama yang merekam scat singing, sebuah improvisasi musik dengan hanya mengeluarkan suara-suara tanpa lirik.
Melalui musik-musik scat singing suara Louis Armstrong menjadi salah satu suara paling dikenal di seluruh dunia pada abad ke-20.
--
Sumber: Susanto, Rendy. 2011. 100 Tokoh Abad ke-20 Paling Berpengaruh. Bandung: Nuansa Foto: biography.com
