Luxor, Kota Warisan Peradaban Mesir dan Para Firaun

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi para arkeolog dan sejawaran peradaban kuno, kota Luxor di Mesir adalah "surganya" peninggalan bersejarah. Sedangkan bagi wisatawan, Luxor adalah tempat indah yang menawarkan berbagai peninggalan dari masa Mesir kuno. Jika Anda ingin mengikuti jejak para Firaun, Luxor adalah tempat yang harus dikunjungi yang menyimpan jejak kehidupan kuno dari Zaman Keemasan para Firaun.
Terletak di bagian Mesir hulu, di tepi timur Sungai Nil, Luxor adalah salah satu kota berpenduduk yang tertua di dunia. Luxor dalam Alkitab disebut sebagai Thebes. Dalam bahasa Arab, nama Luxor berarti "Istana" karena pada zaman dahulu tempat itu dikenal sebagai "Kota Ratusan Pintu".
Thebes disebutkan lima kali dalam Alkitab, dan mengungkapkan bahwa ibu kota besar Mesir kuno selama periode Kerajaan Baru bermusuhan dengan orang Israel. Selama invasi Hyksos, kota Thebes (Luxor) tak luput dari serangan.
Pada masa Ahmose I, mereka berhasil mengusir penjajah Hyksos. Ahmose I menyembah dewa Amun yang posisinya sebagai "dewa nasional", lalu dipadukan dengan dewa Matahari, Ra, sehingga disebut Amun-Ra. Selanjutnya, Luxor menjadi kota pusat penyembahan dewa Amun-Ra.
Kota Luxor berdiri kuil-kuil yang luar biasa megah dan menjadi salah satu landmark yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Mesir. Kuil Luxor dapat ditelusuri kembali dari masa awal dinasti kedelapan belas. Mungkin berasal dari tahun kedua puluh dua pemerintahan Ahmose pada tahun 1548 SM.
Luxor juga menyimpan bangunan-bangunan kuno dari periode yang berbeda. Misalnya saja bangunan kuil dari masa pemerintahan Hatshepsut dan Thutmose III juga tiga kuil yang didirikan oleh Ramses II tahun 1237 SM.
Sebagai kota yang penuh dengan peninggalan bersejarah, Luxor kerap menjadi incaran para penjarah harta karun. Banyak artefak kuno yang telah dicuri dari tempat ini terutama pada masa penjajahan Inggris di Mesir.
Sumber: ancientpages.com
