Konten dari Pengguna

Mary Anning, Wanita Pemburu Fosil dan Penemuannya yang Luar Biasa

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Mary Anning dikenal sebagai paleontolog wanita pertama dan seorang pemburu fosil di bidang paleontologi. Ia berasal dari keluarga yang sederhana dan belajar secara otodidak dalam ilmu paleontologi, meski demikian ia berhasil membuat penemuan yang luar biasa dan turut berkontribusi bagi paleontologi modern. Melalui penemuannya, dia memperluas pengetahuan manusia tentang kehidupan kuno.

Mary Anning lahir pada tahun 1799 di kota tepi laut Lyme Regis, Inggris. Sekitar 200 juta tahun yang lalu, selama periode Jurassic, garis pantai itu ditutupi oleh lautan yang dipenuhi dengan kehidupan prasejarah. Laut itu akhirnya surut, tetapi batuan sedimen lunak yang membentuk dasar laut tetap ada.

Sisa-sisa hewan yang terkubur di dasar laut perlahan-lahan menjadi batu. Sebagian dasar laut terkikis, membentuk tebing; setiap gelombang atau badai yang ganas mengikis tebing-tebing itu sehingga memperlihatkan banyak sekali fosil.

Sumber: Wikimedia Commons

Anning, dengan bantuan saudara laki-lakinya, menemukan sebuah fosil yang membingungkan para ilmuwan. Panjangnya 17 kaki (5,2 meter), memiliki 60 tulang belakang, dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menggali. Pada saat Annings selesai dengan penggaliannya, kabar telah menyebar di seluruh kota bahwa dia telah menemukan monster.

Fosil temuan Anning tampak seperti ikan dan sebagian tampak seperti buaya. Fosil yang belum pernah terlihat sebelumnya oleh lembaga ilmiah London. Fosil itu akhirnya akan diberi nama ichthyosaur, yang berarti kadal ikan. Fosil Ichthyosaurus sebenarnya telah ditemukan sebelumnya, tetapi spesimen temuan Anning adalah kerangka lengkap pertama.

Atas penemuan pertamanya itu, nama Mary Anning menjadi terkenal di dunia paleontologi Inggris. Anning-pun terus mendalami ilmu tersebut. Penemuan besar Anning berikutnya, ia menemukan kerangka lengkap plesiosaurus, reptil laut empat-kaki yang sudah punah.

Sumber: Wikimedia Commons

Hanya beberapa tahun kemudian, pada tahun 1828, dia juga menemukan pterosaurus pertama, reptil bersayap yang hidup pada zaman dinosaurus, yang ditemukan di luar Jerman. Dalam hidupnya, dia akan menemukan banyak spesies ikan yang punah serta sejumlah makhluk laut lainnya. Dia bersama dengan ahli paleontologi Inggris, William Buckland, juga mempelopori studi tentang koprolit yaitu feses yang membatu.

Sumber: livescience.com