Masjid Sebagai Wujud Seni Bangunan Masa Islam di Nusantara
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: javaloka.com
Penyebaran Islam di suatu daerah di Indonesia ketika Islam masuk ditandai dengan dibangunnya masjid sebagai tempat beribadah dan tempat berdakwah. Selain itu masjid menjadi wujud seni bangunan Islam yang memegang peranan penting pada perkembangan seni arsitektur di Indonesia, terutama seni arsitektur Islam. Masuknya Islam dan tekbentuknya komunitas muslim di Selat Malaka pada abad ke-7 dan abad ke-8 M, dan penyebarannya yang cukup pesat hingga terbentuknya kerjaan-kerajaan bercorak Islam di Indonesia menggantikan kerajaan Hindu Budha tidak serta merta memberikan informasi mengenai kapan masjid mulai dibangun di kerajaan-kerajaan Islam tersebut. Informasi mengenai keberadaan masjid pertama di Indonesia sangatlah terbatas. Penggalian sisa-sisa peninggalan sejarah di kerajaan-kerajaan Islam tertua tidak menunjukan adanya bekas pembangunan masjid. Informasi mengenai adanya keberadaan masjid hanya didapat dari pemeberitaan Ibnu Battuta dalam Rihlahnya ketika mengunjungi Kerajaan Samudera Pasai pada 1345 M. Ibnu Battuta datang ketika Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Malik al-Dhahir. Dalam Rihlahnya itu dikatakan bahwa Ibnu Battuta menjumpai sultan di sebuah bangunan yang menyerupai masjid ketika akan melaksanakan shalat Jumat. Ibnu Battuta pun menyebutkan bahwa di sana terdapat maksura, yaitu tempat khusus sultan ketika beribadah. Akan tetapi, Ibnu Battuta tidak menggambarkan bagaimana bentuk masjid di Samudera Pasai tersebut sehingga tidak dapat dipastikan apakah benar yang dijumpainya itu adalah sebuah bangunan masjid atau hanya sebuah tempat yang digunakan untuk beribadah. Bangunan masjid tertua yang masih bisa kita jumpai berasal dari abad ke-15 hingga abad ke-18 di setiap daerah yang terdapat kerajaan Islam di dalamnya, seperti Demak, Cirebon, Banten, Kota Gede, Surakarta, Yogyakarta. Di beberapa tempat masjid ditempatkan di sebelah Barat alun-alun sebagai pusat keagamaan. Salah satu masjid tertua yang dapat diketahui di Indonesia adalah masjid agung Demak yang didirikan akhir abad ke-15, tepatnya tahun 1479 M. Menurut Babad Demak, dan Babad Tanah Jawi, Masjid Agung Demak dirancang oleh Sunan Kalijaga. Masjid-masjid yang dibangun pada abad ke-15 sampai abad ke-18 mempunyai ciri khas, yaitu denah masjid berbentuk bujur sangkar atau persegi empat, atapnya bertumpang, di bagian depan atau samping terdapat serambi, halaman masjid dikelilingi tembok dengan gerbang, dan di antara masjid terdapat kolam yang berada di samping bangunan masjid. Sumber : Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. 2010. Sejarah Nasional Indonesia III. Jakarta : Balai Pustaka.

