Konten dari Pengguna

Mengenal Suku-suku Bangsa Tionghoa (Part I)

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, penduduk yang menempati Tiongkok pun ada yang menjadi mayoritas dan ada juga yang menjadi minoritas.

Suku bangsa Han merupakan golongan suku bangsa mayoritas di Tiongkok, sedangkan yang bukan Han adalah minoritas. Sekitar 91 persen penduduk Tiongkok bersuku bangsa Han. Nama Han sendiri diambil dari dinasti Han, meskipun begitu tidak sepenuhnya orang Han berasal dari dinasti han, jika melihat faktor banyaknya asimilasi budaya yang menyebabakan banyak penduduk Han ‘dadakan’ Pada masa pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengakui secara resmi suku minoritas yang berjumlah kurang lebih 55. Sebagai salah satu suku bangsa mayoritas, Han memandang dirinya sebagai suku bangsa yang telah beradab, juga merasa bahwa suku bangsa mereka lebih tinggi jika di bandingkan dengan suku bangsa minoritas lain. Hal tersebut agaknya memang lumrah, termasuk di Indonesia yang kadang merendahkan suku minoritas, seperti Baduy.

Sun Yat Sen (1866-1925), mengatakan bahwa di Tiongkok itu ada lima kelompok orang tionghoa, yaitu Han sebagai mayoritas dan kelompok minoritas lainnya seperti Manchu, Mongol, Tibet, dan juga Hui. Karena begitu banyaknya suku han yang hidup dan menetap, bukan hal aneh jika suku tersebut terbagi lagi salah satunya menjadi suku Hakka atau Kejia, namun kejia ini memiliki dialek, adat istiadat, dan masakan yang unik dan berbeda.

Daftar Pustaka : Danandjaja, James. 2007. Folklor Tionghoa Sebagai Terapi Penyembuh Amnesia terhadap Suku Bangsa dan Budaya Tionghoa. PT Pustaka Utama Grafiti: Jakarta

Sumber Gambar : ujungabad.blogspot.co.id