Mengenang Ham, Simpanse Pertama yang Menjelajah Luar Angkasa

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada 31 Januari 1961, atau tepat 60 tahun silam, di Florida, Amerika Serikat, NASA mengukir sebuah sejarah dengan mengorbitkan seekor simpanse ke luar angkasa untuk pertama kalinya. Simpanse tersebut bernama Ham, yang diluncurkan setinggi hampir 260 km di atas permukaan Bumi dengan menggunakan pesawat luar angkasa Mercury No. 5.
Misi peluncuran Ham dipercaya merupakan bagian dari misi Mercury-Redstone 2, yang bisa disebut sebagai fase pematangan persiapan bagi NASA sebelum menjalankan Project Mercury, ketika mengirim manusia pertama ke luar angkasa.
Pada prosesnya, AS diyakini tertinggal oleh Rusia, yang saat itu masih menjadi Uni Soviet, lewat eksplorasi luar angkasanya dengan mengirim kosmonout Yuri Gagarin. Gagarin diyakini menjadi manusia pertama yang mengorbit di luar angkasa pada 12 April 1961 silam, atau terpaut beberapa bulan setelah Ham si Simpanse terbang ke luar angkasa.
Ham merasakan tak memiliki bobot 6,6 menit, lebih lama dari rencana awal yaitu 4,9 menit. Ia mendarat di Samudra Atlantik 16 menit setelah waktu peluncuran.
Untuk nama Ham sendiri diyakini merupakan singkatan dari Holloman Aerospace Centre (HAM), sebuah laboratorium yang mempersiapkan sang simpanse untuk misi bersejarah tersebut. Selain itu, konon nama Ham merupakan bentuk penghargaan terhadap Letnan Kolonel Hamilton "Ham" Blackshear, salah satu petinggi dari lab tersebut.
Ham, diketahui lahir pada 1957 di Kamerun, Afrika, yang kemudian dibeli oleh Angkatan Udara Amerika Serikat pada tahun 1959. Ham merupakan satu-satunya simpanse yang terpilih dari 40 simpanse lain yang menjadi kandidat untuk menjalankan misi tersebut.
Uniknya, pemberian nama Ham sendiri baru disematkan setelah sang simpanse sukses kembali ke Bumi. Hal ini untuk menghindari pemberitaan yang buruk mengenai kematian simpanse bernama jika misi tersebut nantinya gagal. Sebelumnya, Ham dikenal sebagai No. 65, dengan nama panggilan Chop Chop Chang.
Setelah sukses menjalankan misinya, Ham dikirim ke kebun binatang yang berada di Washington D.C., Amerika Serikat dan diketahui tinggal di sana selama kurang lebih 17 tahun. Lalu, pada tahun 1981, ia dipindahkan ke kebun binatang yang berada di North Carolina, Amerika Serikat untuk hidup bersama simpanse lainnya.
Ham dilaporkan meninggal pada 19 Januari 1983 saat berusia 26 tahun. Ia dikubur di New Mexico Museum of Space History, Alamogordo, New Mexico, AS.
***
