Konten dari Pengguna

Montezuma II, Simbol Kekuasaan dan Kehancuran Bangsa Aztec

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Simbol kekuasaan sekaligus kehancuran Montezuma, dikenang dalam sejarah sebagai penyebab utama hilangnya peradaban kuno Aztec di tangan orang-orang Spanyol yang menginginkan emas besar peninggalan leluhur salah satu suku asli Amerika tersebut.

Sekitar tahun 1502, Montezuma menggantikan pamannya, Ahuitzotl sebagai penguasa Aztec, yang kekuasaannya membentang dari Meksiko sampai wilayah yang sekarang dikenal sebagai Honduras dan Nikaragua.

Sama seperti para pendahulunya, Montezuma terus memperluas wilayah kekuasaannya dengan cara berperang dengan suku lain. Montezuma juga banyak melakukan invasi ke sejumlah tempat untuk mendapatkan tawanan yang akan dikorbankan dalam upcara keagamaan.

Tahun 1519, kerajaan yang dipimpinnya memiliki lebih dari lima juta penduduk. Namun, sebagian besar dari mereka tidak setuju dengan cara kepemimpinan Montezuma yang sangat kejam. Banyak rakyatnya yang lelah dengan tuntutan sang pemimpin akan penghormatan dan korban persembahan yang tidak ada habisnya.

Montezuma memang memiliki pandangan yang sangat ekstrim terhadap kepercayaan yang dianutnya. Ia rela melakukan apa saja untuk upacara kegamaan, sekalipun harus mengorbankan rakyatnya sendiri.

Piramida Aztec. (Foto: jarmoluk via Pixabay)

Saat itu, bangsa Aztec banyak yang mempercayai ramalan seorang tetua yang mengatakan bahwa pada satu waktu (merujuk pada tahun 1519) akan tiba masa di mana dewa putih berjanggut, Quetzalcoatl, kembali mengambil alih takhta kekuasaan suku Aztec dari tangan Montezuma yang kejam untuk memimpin rakyat menuju kejayaan peradaban Aztec.

Waktu yang ditunggu oleh rakyat Aztec tiba ketika Hernan Cortez, penjelajah Spanyol yang terkenal kejam, mendarat di pantai timur Meksiko. Dengan perawakan tinggi, putih, dan berjanggut, Cortez persis seperti ramalan yang disebutkan tetua suku Aztec.

Begitu mengetahui kepercayaan itu, Cortez segera bergerak untuk memasuki wilayah suku Aztec. Para penjelajah Spanyol itu cukup kesulitan untuk menembus pertahanan Aztec yang dikelilingi oleh hutan dan tebing yang terjal.

Montezuma merasa terancam dengan kehadiran Cortez mencoba menyuap mereka dengan berbagai hadiah mahal. Namun Cortez yang rakus menolak hadiah itu dan lebih memilih mengambil seluruh harta milik bangsa Aztec.

Ilustrasi Suku Aztec melakukan praktik kanibalisme (Foto: Wikimedia Commons)

November 1519, Montezuma menerima Cortez di ibu kota Tenochtitlan. Tetapi keputusan itu malah membawa petaka bagi rakyat Aztec. Cortez dan para pengawalnya menahan Montezuma dan memerintah di sana selama beberapa bulan dengan berbagai ancaman.

Tidak adanya perlawanan dari Montezuma terhadap Cortez, membuat ia dibenci oleh sisa pendukungnya yang masih bertahan. Kemudian dengan kekerasan, orang-orang Spanyol memaksa bangsa Aztec menghentikan upacara keagamaan mereka. Warga Tenochtitlan lalu mulai memberontak untuk mempertahankan perayaan leluhurnya itu.

Montezuma mencoba meredam amarah rakyat Aztec, namun ia diserang dengan batu dan anak panah hingga akhirnya tewas. Tidak ada yang mengetahui pasti kematian Montezuma, namun rakyat percaya bahwa Cortez lah yang telah membunuh pemimpin mereka. Bangsa Aztec pun lalu melakukan penyerangan besar-besaran terhadap orang-orang Spanyol itu

Di bawah pimpinan Cuitlahuac dan Cuahtemoc, yang menggantikan Montezuma, bangsa Aztec terus bertempur melawan pasukan Spanyol sampai tahun 1521, ketika pasukan Cortez berhasil menyerang dan menghancurkan Tenochtitlan.

Sumber: Krall, Sarah. 2008. 100 Tokoh Legendaris yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang: Karisma