Konten dari Pengguna

Nenek Moyang Komputer dari Era Sebelum Masehi

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Di era kuno atau klasik, Laut Mediterania lebih merupakan jalur perdagangan lintas laut dan pertukaran antara masyarakat Mediterania. Di bagian timur laut itu adalah pulau kecil Antikythera, antara Peloponnesus dan Kreta. Pulau itu terletak kira-kira di tengah jalur laut yang digunakan oleh kapal-kapal yang melintasi perairan antara Asia Kecil dan Italia.

Pada zaman kuno, pantai Antikythera sangat tidak ramah bagi kapal laut untuk berlabuh. Hal itu dikarenakan bebatuan karang yang kerap menghancurkan kapal sehingga karam. Kapal yang karam di sekitar pantai Antikythera dialami oleh kapal Romawi yang sedang berlayar ke Mediterania barat sekitar tahun 65 SM. Pada masa itu kapal dan muatan barang komersialnya, termasuk barang mewah, tenggelam di lepas pantai pulau. Bangkai kapal itu terlupakan di dasar laut hingga tahun 1900.

Sumber: Wikimedia Commons

Pada musim semi tahun itu, para nelayan yang menyelam mencari spons di Antikythera, melihat tangan perunggu mencuat dari sedimen, pada kedalaman sekitar 150 kaki. Mereka memberi tahu para pejabat Yunani, yang kemudian mengarahkan pencarian di sekitar yang diidentifikasi sebagai kapal Romawi yang tenggelam. Kapal laut itu kemudian dikenal sebagai Antikythera Wreck.

Hasil dari pencarian mereka menemukan isi kotak menyerupai mekanisme jarum jam yang rumit. Mereka menduga alat itu pasti semacam alat kalkulasi astronomi. Namun, sebagian besar ahli pada saat itu beralasan bahwa perangkat, yang kemudian dikenal sebagai Mekanisme Antikythera, terlalu rumit untuk diproduksi pada abad ke-1 SM.

Selama dua dekade berikutnya, dilakukan penelitian intensif kembali terhadap alat mekanis Antikythera. Peneliti menyatakan bahwa perangkat itu memang benar berasal dari abad ke-1 SM, dan seperti yang diperkirakan sebelumnya alat mekanis itu adalah jam astronomi.

Sumber: Wikimedia Commons

Setelah memeriksa roda gigi dengan cermat, peneliti menemukan bahwa perangkat tersebut telah digunakan untuk memprediksi di mana planet dan bintang berada di langit, pada bulan kalender tertentu. Cara kerja alat yaitu dengan menggerakkan roda gigi terbesar, yang mewakili tahun kalender. Roda gigi itu, pada gilirannya, akan menggerakkan roda gigi lain yang lebih kecil, yang mewakili gerakan matahari, bulan, ditambah beberapa planet.

Temuan alat mekanis Antikythera dianggap sebagai "komputer analog" pada zamannya. Perangkat itu memungkinkan penggunanya untuk mengetahui bagaimana langit akan terlihat selama beberapa dekade mendatang. Termasuk posisi matahari dan bulan, fase bulan, jalur planet, dan bahkan gerhana.

Sayangnya, teknologinya hilang saat era Romawi runtuh. Dan satu-satunya sampel yang diketahui adalah alat mekanis Antikythera itu. Teknologi rahasianya terlupakan selama lebih dari dua ribu tahun.

Sumber:historycollection.com