Konten dari Pengguna

Operasi Pembebasan Benito Mussolini oleh Otto Skorzeny pada 1943

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Otto Skorzeny dilahirkan pada 12 Juni 1908 dari keluarga militer kelas menengah di wilayah Austria. Ia banyak menghabiskan waktu remajanya untuk belajar ilmu teknik dan olahraga anggar. Otto Skorzeny terkenal sebagai atlet yang senang berkelahi di sekolahnya di Vienna.

Setidaknya ia pernah melakukan 15 kali pertarungan anggar tidak resmi karena masalah pribadi. Hal itulah yang kemudian membuat Otto Skorzeny memiliki bekas luka di wajahnya, bekas sabetan anggar ketika ia berkelahi dengan salah satu atlet anggar.

Pada 1931, Otto Skorzeny bergabung dengan NSDAP, dan langsung menduduki jabatan di kesatuan Sturm Abteilung. Ia terlibat dalam beberapa operasi penting kesatuannya, seperti ketika Jerman mengambil alih Austria pada 12 Maret 1938. Pada 1940, Otto Skorzeny bergabung dengan Waffen SS pada unit Lebstandarte SS Adolf Hitler.

Ia sempat ikut dalam penyerbuan ke Rusia pada 1941 sampai 1942, namun ia mengalami luka yang cukup serius sehingga harus kembali ke Jerman pada Desember 1941. Akhirnya untuk sementara waktu Otto Skorzeny ditugaskan di Divisi SS Leibstandarte untuk tugas-tugas ringan. Pada 1943, ia ditunjuk sebagai kapten di kesatuan Waffen SS, ditugaskan membentuk pasukan komando SS.

Kesatuan SS yang dipimpin oleh Otto Skorzeny sempat menjadi pembicaraan khalayak umum karena berbagai keberhasilan yang dilakukannya selama menjalankan tugas. Namun reputasinya baru benar-benar mencuat setelah melakukan operasi pembebasan pemimpin Fasis Italia, Benito Mussolini pada 12 September 1943.

Otto Skorzeny dan kesatuannya diberi tugas khusus oleh Hitler pada 23 Juli 1943, setelah mendengar kabar bahwa Benito Mussolini dijatuhkan dari jabatannya oleh Raja Victor Emmanuel III dan ditahan di suatu tempat. Saat itu Raja Victor Emmanuel III menunjuk Letnan Pietro Badoglio sebagai perdana menteri yang baru menggantikan kepemimpinan Mussolini.

Hitler merasa perdana menteri baru itu tidak cukup loyal untuk bekerja sama dengan Jerman sehingga ia memutuskan untuk membebaskan Mussolini, dan mengembalikan kedudukannya.

Benito Mussolini dijebloskan ke penjara di Kepulauan Ponza dan Sardinia, namun dipindahkan ke GranSasso, sebuah wilayah pegunungan terpencil pada 23 Agustus 1943. Sering berpindahnya tempat penahanan Mussolini membuat operasi pembebasan itu agak terhambat. Pasukan pencari Mussolini dilakukan oleh Jenderal Kurt Stundent dengan pasukan payung dari Luftwaffe bersama Otto Skorzeny dan pasukan SS-nya.

Setelah dua bulan melakukan pencarian, pada September 1943, keberadaan Mussolini mulai dapat terlacak. Tanggal 12 September 1943, pesawat-pesawat penyelamat diterbangkan ke Gran Sasso dari pangkalan udara di dekat kota Roma. Otto Skorzeny dibantu beberapa pasukan pengintai, berhasil menyelinap masuk ke area penahanan Mussolini. Dalam waktu yang cukup singkat mereka berhasil membebaskan pemimpin fasis Italia itu.

Keberhasilan pasukan Jerman yang dipimpin oleh Otto Skorzeny mengantarkan Mussolini ke hadapan Hitler menjadi bahan perbincangan semua pihak. Dunia digemparkan dan dibuat kagum oleh aksi pasukan SS Jerman. Otto Skorzeny diberi medali Knight’s Cross dari tangan Hitler sendiri. Ia merasa senang dengan prestasi pasukan yang dibuatnya itu, namun sedikit melupakan jasa pasukan lainnya. Otto Skorzeny dijuluki sebagai “pembawa kabar baik di lapangan” oleh pemimpin Nazi itu.

Sumber: Ballack, Luger. 2011. 7 Tokoh Kunci Nazi. Jakarta: Visimedia

Foto: commons.wikimedia.org