Pasukan Abadi Persia, Pasukan Penakluk Bangsa Yunani

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tahun 480 Sebelum Masehi, Yunani yang kala itu menjadi kekuatan besar dunia harus bentrok dengan kekaisaran Persia Akhemeniyah (sekarang Iran). Ketika kedua kekuatan besar itu berperang dalam pertempuran Marathon, Thermopylae dan Plataia, Yunani selalu mengalami kekalahan.
Sumber dari kekalahan bangsa Sparta Yunani pimpinan Leonidas itu tak lain dan tak bukan karena pasukan Persian Immortals atau secara harafiah berarti Pasukan Abadi Kekaisaran Persia.
Pasukan Abadi dibentuk oleh Koresh, Kaisar Persia Akhemeniyah. Kaisar Koresh pula yang merumuskan perekrutan para anggota pasukan abadi ini. Syarat masuk menjadi bagian dari Pasukan Abadi cukup berat.
Hanya anak laki-laki keturunan Persia yang bisa masuk ke dalam pelatihan Pasukan Abadi. Di kemudian hari persyaratannya bertambah, yaitu seseorang harus setia pada ajaran Zoroaster atau aajran majusi jika ingin menjadi tentara Pasukan Abadi.
Anak lelaki usia 5 sampai 7 tahun sudah dilatih sebagai calon anggota Pasukan Abadi. Terdengar sangat ekstrem, namun begitulah mereka dalam membentuk pasukan perang.
Pelatihannya yang mereka lalui tentu sangat berat. Anak-anak itu harus berlatih seperti bertahan hidup dalam hutan, mampu menjinakkan hewan liar termasuk kuda liar, berenang di sungai, belajar bertarung menggunakan panah, tombak, pedang dan senjata lainnya.
Tujuan dari pelatihan itu adalah untuk membentuk mental yang kuat, keahlian dalam berperang dan membentuk karakter pejuang sejati kekaisaran Persia.
Ketika sudah menginjak usia 15 tahun, mereka sudah bisa bergabung dengan Pasukan Abadi dan dilabeli gelar 'Ksatria Pelindung Kekaisaran Persia Akhemeniyah'.
Pasukan ini juga dikenal sangat setia kepada kaisar dan rela mengorbankan nyawa demi Kekaisaran Persia. Jumlah pasukan tempur yakni mencapai 10 ribu personil, tidak kurang, tidak lebih.
Secara harfiah Pasukan Abadi bisa diartikan sebagai pasukan yang tidak bisa mati namun bukan berarti para prajurit Pasukan Abadi kebal terhadap senjata.
Menurut seorang ahli sejarah Persia, Ardeshir Radpour, selain karena jumlahnya yang selalu tetap, pasukan ini dinamai Pasukan Abadi juga karena mereka dikenal tidak pernah meninggalkan mayat prajurit yang mati di medan pertempuran.
Mereka selalu memindahkan prajurit Pasukan Abadi yang terbunuh dan menjauhkannya dari pantauan musuh, dengan demikian musuh jarang melihat prajurit Pasukan Abadi yang mati. Ini seolah-oleh membuat prajurit Pasukan Abadi terlihat tidak dapat mati.
Dari situlah para filsuf Yunani seperti Herodotos dan Xenophon menamai pasukan ini Pasukan Abadi atau Persian Immortals.
**
Referensi:
https://www.britannica.com/
https://www.ancient.eu/
