Konten dari Pengguna

Pegunungan Huangshan dan Sejarah Pembentukannya

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pegunungan Huangshan sering disebut dalam seni lukis dan karya sastra China sebagai “Pegunungan paling indah di China”, dengan panorama alam yang sangat menakjubkan, gabungan dari formasi batu dan pepohonan yang begitu indah. Secara geografis, Pegunungan Huangshan terletak di Provinsi Sichuan, dekat Juuzaigou dan Songpan. Puncak paling terkenal di Huangshan adalah Puncak Bunga Teratai, dengan ketinggian 1.873 meter. Pegunungan Huangshan memiliki sejarah geologis yang panjang, diperkirakan sudah terbentuk sejak 100 juta tahun yang lalu hingga periode Mesozoic. Periode pembentukan itu menghasilkan puncak-puncak pilar batu granit yang tak terhitung banyaknya, dengan 77 puncak di atas ketinggian 1000 meter. Dataran Huangshan terbentuk ketika lautan purba Yangtse mengalami masa surut akibat gerakan kerak bumi serta proses pengangkatan daratan yang terjadi pada masa setelahnya. Sisa-sisa erosi zaman Glasial di Huangshan dapat dijumpai pada wilayah lembah dan batu-batu besar yang terlihat mengalami pengikisan akibat aliran air yang terjadi secara terus-menerus. Bentukan alamiah paling khas dari Pegunungan Huangshan adalah hutan pilar batu yang jumlahnya sangat banyak. Selain itu juga terdapat batu-batu berbentuk aneh, sejumlah air terjun dan danau, serta sumber air panas, yang memperlihatkan perjalanan waktu yang begitu panjang. Struktur batuan tertua di sana diwarnai dengan endapat batuan sedimen dan metamorfik dari Lautan Yangtse, sekitar 570 juta tahun yang lalu pada masa Protezonik. Batuan-batuan tersebut tersingkap ke atas permukaan tanah di sebelah selatan kaki Pegunungan Huangshan, dan dekat patahan Xiaoyaoxi. Nama “Huangshan” ditetapkan oleh Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang pada tahun 747. Menurut kepercayaan masyarakat, Gunung Huangshan merupakan tempat ditemukannya ramuan kehidupan abadi yang banyak diinginkan oleh Kaisar China. Sekitar akhir abad ke-13, sedikitnya ada 64 kuil yang dibangun di area sekitar pegunungan tersebut. Selama periode Jinangjing, masa Dinasti Tang (sekitar pertengahan abad ke-16), berbagai pelukis dari aliran Shansui ditugasi untuk membuat lukisan alam Huangshan oleh kaisar. Tujuannya adalah untuk mengabadikan panorama alam Huangshan, yang nantinya akan menjadi kebanggaan kekiasaran China. Gambaran alam yang indah, dan bukti-bukti perkembangan kebudayaan China di Huangshan, mempertegas posisi pegunungan itu sebagai tempat berputarnya sejarah China sejak zaman pra-sejarah hingga zaman modern. Setiap tahunnya, Huangshan selalu dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya di wilayah tersebut. Sumber : Perwito Mulyono, dkk. 2009. World Heritage Nature & Culture Volume 4. Surakarta : Batara Publishing. Foto : commons.wikimedia.org

Pegunungan Huangshan dan Sejarah Pembentukannya
zoom-in-whitePerbesar