Penemuan Baterai, Berawal dari Ketidaksengajaan

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Konsep baterai tercipta dari sebuah percobaan yang tidak disengaja oleh seorang ilmuwan asal Italia, Luigi Galvani. Ia bekerja sendiri di dalam laboratoriumnya ketika sedang memperhatikan bahwa kaki seekor katak, yang sudah mati, bergerak akibat disentuh dengan dua macam logam yang berbeda. Luigi Galvani membuat kesimpulan bahwa ada hubungan antara tenaga listrik dan aktivitas otot.
Penemuan Luigi Galvani mengenai tenaga listrik tersebut mendahului perkembangan awal sistem penyimpanan energi elektokimia, yang kemudian dikenal sebagai baterai. Setelahnya beberapa ilmuwan berhasil menemukan cara kerja listrik yang dapat dimanfaatkan sebagai baterai, seperti yang dilakukan oleh Alessandro Volta.
“Elemen Volta”, diciptakan pada 1800-an, dan dianggap sebagai penemuan baterai pertama. Elemen Volta hasil ciptaan Alessandro Volta merupakan sebuah tumpukan piringan perak dan seng, yang dipisahkan oleh kain berpori-pori. Namun ternyata penemuannya itu tidak meneruskan arus listrik.
Awalnya elemen volta tampak kurang meyakinkan untuk disebut sebagai desain ilmiah yang dapat difungsikan. Tetapi walau demikian, elemen volta tetap menjadi satu-satunya bentuk praktis dari listrik pada awal abad ke-19, dan menjadi model yang sangat baik untuk perkembangan selanjutnya. Volta menamakan tumpukan itu sebagai “organ listrik buatan”, dan “elemen volta”.
Percobaan selanjutnya untuk penemuan baterai dilakukan oleh Gaston Plante pada 1859. Ia berhasil menciptakan “baterai asam timbal”, yang memperoleh daya dari lempengan timbal sebagai elektode yang dapat diisi muatan, atau diisi ulang muatan. Penemuan Gaston Plante itu telah merangsang berbagai percobaan untuk menyempurnakan baterai yang mudah digunakan. Terutama setelah pada abad ke-19 kebutuhan akan penyimpanan energi semakin besar setelah ditemukannya dinamo dan bola lampu.
Seorang ilmuwan yang berhasil memahami kebutuhan itu dengan baik adalah Emile Alphonse Fuare. Ia lalu menciptakan cara menutupi kedua sisi lempeng timbal yang terbuka memakai campuran bubuk timbal dan asam sulfat. Penemuan Fuare itu menjadi terobosan penting yang membawa pada produksi baterai timbal asam dengan sel.
Pernah ada suatu upaya pemanfaatan baterai untuk kapasitas listrik yang sangat besar oleh William Thompson, atau yang dikenal sebagai Lord Kevin dari Largs. Ia membuat rencana untuk memasok listrik di wilayah Buffalo dengan listrik dari Air Terjun Niagara. Pasokan listrik itu nantinya adakan mempunya tegangan sebesar 80.000 volt, memakai sumber baterai dengan kapasitas 40.000 sel. Namun rencana itu gagal karena kurangnya pengetahuan dan percobaan mengenai siklus pengisian muatan.
Sumber : Philbin, Tom. 2008. 100 Penciptaan Terbesar Sepanjang Masa. Tanggerang : Karisma
Foto : commons.wikimedia.org
