Konten dari Pengguna

Penemuan Fungsi Kelenjar Hipofisis oleh Harvey Williams Chusing

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi x-ray otak. (Foto: toubibe via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi x-ray otak. (Foto: toubibe via Pixabay)

Kelenjar hipofisis terletak di dasar otak, fungsinya untuk mengendalikan pertumbuhan, proses reproduksi, dan metabolisme tubuh melalui pelepasan hormon. Kelenjar hipofisis disebut juga 'the master gland' karena fungsinya tersebut.

Walaupun penemuan informasi mengenai kelenjar hipofisis dan tiroid mensekresi hormon telah didapat cukup lama, tetapi fungsi sebenarnya dari hormon-hormon tersebut baru diketahui pada awal abad ke-20. Adalah Harvey Williams Chusing (1869-1939), seorang dokter ahli bedah Amerika Serikat, yang mulai memfokuskan dirinya untuk mempelajari kelenjar hipofisis.

Harvey Williams Chusing melakukan banyak penelitian untuk membuktikan hipotesisnya, salah satunya dengan menggunakan anjing sebagai objek penelitiannya. Setelah dirasa cukup memperoleh banyak data, Chusing mulai melakukan penelitian kepada 50 pasien yang kelenjar hipofisisnya mengekskresi terlalu banyak, atau terlalu sedikit growth hormone.

Chusing mempelajari kadar hormon pada setiap pasiennya, lalu ia mulai mengevaluasi jumlah hormon dan efeknya terhadap pasien. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa setiap hormon saling berhubungan dan bekerja sama di dalam tubuh untuk mengatur fungsi tubuh yang berkaitan dengan hormon.

Penemuan Fungsi Kelenjar Hipofisis oleh Harvey Williams Chusing (1)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Wikimedia Commons

Chusing lalu menulis sebuah buku berjudul The Piutitary Body and Its Disorders yang diterbitkan pada 1912. Buku ini menjadi penanda dimulainya penelitian sistematis mengenai hormon yang menjadi dasar ilmu endokrinologi, yaitu ilmu yang mempelajari hormon endokrin dan kelenjar yang menghasilkannya.

Di dalam bukunya, Chusing juga menjelaskan kelainan-kelainan yang terjadi pada hormon. Salah satu kelainan yang dijelaskannya, sekarang dikenal dengan nama 'Sindrom Chusing'. Gejala klinis sindrom tersebut adalah penggumpalan lemak pada wajah, leher, dan perut, kelemahan otot, serta maskulinisasi pada wanita. Sindrom itu disebabkan oleh aktivitas kelenjar adrenal yang berlebihan di dalam tubuh.

Setelah beberapa dekade penemuan Chusing, ahli biokimia Polandia-Amerika, Andrew V. Schally, mencoba mengembangkan informasi mengenai kelenjar hipofisis. Hasilnya menunjukkan bahwa hipotalamus (bagian dari otak di atas hipofisis) mengendalikan hipofisis melalui hormon.

Pada 1969, Schally dan ahli fisiologi Prancis-Amerika, Roger Guillemin, menemukan hormon hipotalamaus, yang dikenal dengan 'thyrotropin releasing hormone' (THR). Schally menemukan dan melakukan sintesis hormon hipotalamus lain, dan menunjukkan cara kerja hormon-hormon tersebut mengendalikan fungsi hipofisis.

***

Sumber: DeJauregui, Ruth. 2008. 100 Kejadian Penting Medis yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tangerang: Karisma