Konten dari Pengguna

Penemuan Metode Pembedahan pada Otak Manusia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock

Berbagai jenis pembedahan kepala manusia telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu oleh beberapa peradaban besar dunia.

Operasi pertama, disebut trephining, diketahui dilakukan dengan cara melubangi tengkorak pasien yang dipercaya dapat mengeluarkan “roh jahat” pennyebab timbulnya sebuah penyakit.

Di masa lalu, para ahli bedah melakukan operasi trephining untuk menghilangkan tekanan yang disebabkan oleh pembengkakan otak.

Namun tingkat keberhasilannya sangat rendah, sehingga meskipun berhasil akan timbul masalah baru.

Ilmuwan kemudian mengetahui bahwa beberapa pasien sembuh dari pembedahan primitif itu setelah lubang di tengkoraknya menutup, meskipun lebih banyak pasien yang meninggal dunia setelah trephining.

Ilustrasi x-ray otak. Foto: toubibe via Pixabay

Pengetahuan pertama tentang sistem saraf pusat berasal dari awal tahun 300 SM oleh dokter Yunani, Herophilus dari Kalsedon, sebuah kota maritim kuno di Asia.

Saat itu, ia melakukan diseksi terhadap 600 tubuh manusia, dan menuliskan secara rinci anatomi manusia.

Sumbangan terbesar Heophilus terhadap ilmu kedokteran adalah dengan menunjukkan bahwa otak sebagai pusat dari sistem saraf. Ia menemukan, saraf yang berasal dari otak akan berjalan menuju saraf tulang belakang.

Pada 1664, dokter asal Inggris, Thomas Willis, memberikan penjelasan yang sangat lengkap dan dinilai paling benar mengenai otak dan sistem saraf. Ia menuliskan seluruh hasil penelitiannya di dalam Anatomy of the Brain.

Ahli bedah Skotlandia, Sir William Macewen, memelopori keberhasilan pembedahan otak, yang dilakukan pada 1879.

Ilustrasi Cuci Otak Terawan. Foto: Bagus Permadi-Faisal Nu'man/kumparan

Kesuksesan Macewen menangani pasien yang menderita abses otak, kemudian diikuti oleh ahli bedah Inggris, Rickman John Godlee, yang melakukan operasi pertama untuk membuang tumor otak, pada 25 November 1884.

Tidak lama setelah itu, ahli fisiologi Fiedrich Goltz, mulai mempelajari dan melakukan pengamatan tentang fungsi otak.

Ia melakukan percobaan pada seekor anjing dan pada 1892 ia menyimpulkan bahwa ketika seluruh otak disingkirkan, maka semua fungsi tubuh manusia kecuali refleks akan menghilang.

Ketika operasi pada otak manusia mulai banyak dilakukan, para ahli bedah menemukan bahwa bagian otak tertentu mempunyai fungsi khusus.

Pengamatan tersebut pertama kali dilakukan oleh ahli bedah Inggris, Wilder Graves Penfield, ketika melakukan operasi pada pasien penderita kejang dan halusinasi parah.

Tumor otak Santlal Pal Foto: Indranil Mukherjee/AFP

Penfield menyebut bahwa halusinasi dapat ditimbulkan dengan merangsang titik tertentu pada permukaan otak.

Pelopor lain dalam proses bedah saraf adalah ahli bedah Amerika, Harvey William Cushing, yang mengembangkan berbagai teknik operasi otak dan saraf tulang belakang.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan tentang otak serta fungsinya, para ahli bedah sudah mengatasi berbagai penyakit berat yang menyerang otak.

Berbagai teknologi juga, seperti CAT scan dan MRI, dapat membantu meningkatkan keberhasilan operasi pada otak manusia.

Sumber : DeJauregui, Ruth. 2008. 100 Kejadian Penting Medis yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org