Konten dari Pengguna

Penguasaan Wilayah Jerman oleh Keturunan Hohenzollern

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehebatan militer Jerman modern pada dasarnya diciptakan oleh keluarga Hohenzollern, penguasa-penguasa semasa pemerintahan Brandernburg-Prusia.

Keluarga Hohenzollern merupakan keluarga bangsawan yang garis keturunannya berasal dari abad ke-11. Keluarga itu pertama kali menunjukkan keunggulannya dalam militer pada 1417, ketika Frederick VI (1371-1440), menerima kerajaan Brandenburg dari Kaisar Romawi Suci. Sejak saat itu, Frederick dan keturunan Hohenzollern ikut dalam pemilihan kaisar Romawi.

Tahun 1525, keluarga itu memperoleh wilayah Prusia, sehingga Frederick William (1620-1688) menggabungkan seluruh tanah keluarganya dan mendirikan sebuah kerajaan kecil Brandenburg-Prusia, membentang di wilayah yang sekarang menjadi Jerman.

Penguasa selanjutnya, Frederick III (1657-1713), menjadi orang pertama yang menyebut dirinya sebagai raja di Prusia. Klaimnya itu cukup mendapat banyak pertentangan, mengingat wilayah Prusia saat itu dipenuhi oleh keluarga bangsawan, pangeran, dan duke, yang memiliki wilayah kekuasaannya masing-masing. Mereka harus setia kepada Kaisar Romawi Suci, bukan kepada Frederick yang berasal dari keluarga Hohenzollern.

Pengembangan angkatan darat Prusia secara gencar dilakukan oleh Frederick William I (1688-1740). Kekuatan militer Prusia semakin ditakuti ketika Frederick yang Agung, putra Frederick I, maju dalam sejumlah perang besar melawan kerajaan-kerajaan di Eropa, yang berakhir dengan kemenangan di pihak Prusia.

Prusia mengalami masa kegelapan ketika Napoleon berhasil mengalahkan kekuatan militer mereka, dan menghapuskan Kekaisaran Romawi Suci pada 1806. Tetapi Prusia kembali bangkit sebagai kerajaan tunggal pemilik wilayah Jerman, setelah Napoleon diasingkan pada 1815.

Foto: commons.wikimedia.org

Persaingan terus terjadi di antara para penguasa di Prusia untuk menentukan siapa yang berhak memegang kekeuasaan sejati kerajaan itu. Wilhelm I (1797-1888) mendapat dukungan yang cukup besar dari beberapa bangsawan. Ia didesak oleh kanselir yang juga seorang pangeran, Otto van Bismarck, untuk mengukuhkan bahwa Prusia adalah pemimpin dari pemerintahan Jerman.

Wilhelm I lalu bertempur dalam beberapa kali perang melawan pasukan Denmark, Austria, dan Prancis. Berbagai kemenangan yang diraihnya berhasil menghilangkan keraguan di antara para bangsawan serta duke Jerman yang lain. Sehingga pada 1871, Wilhelm dinobatkan sebagai raja Prusia dan kaisar Jerman, memimpin para bangsawan tersebut.

Dengan diangkatnya Wilhelm sebagai penguasa Jerman, otomatis keturunan keluarga Hohenzollern pun masuk dalam lingkaran kerajaan, di mana banyak dari mereka yang menerima jabatan penting.

Namun kehancuran keluarga itu terjadi ketika masa pemerintahan Wilhelm II (1859-1941), yang menjadi akhir dari dinasti keluarga kerajaan tersebut. Ia juga lah yang memicu terjadi Perang Dunia I, setelah berbagai kekacauan yang ditumbulkan oleh pemerintah Prusia di Eropa.

Wilhelm II turun takhta pada akhir Perang Dunia I, dan ia hidup dalam pembuangan di Belanda sepanjang sisa hidupnya.

Sumber: Crompton, Samuel Willard. 2005. 100 Keluarga yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang: Karisma