Konten dari Pengguna

Menelusuri Peradaban Olmek, Bangsa yang Mendewakan Jaguar

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Amerika Kuno merupakan salah satu bangsa yang memiliki sejarah besar di dunia. Mereka cukup banyak mempengaruhi peradaban di sekitarnya. Peninggalan-peninggalannya menunjukkan ciri peradaban tinggi yang sangat khas dari wilayah Amerika, berbeda dengan Mesir, Mesopotamia, Indus, maupun Eropa.

Salah satu peradaban besar Amerika yang masih misterius hingga saat ini adalah peradaban Suku Olmek. Peradaban yang mulai berkembang sekitar tahun 1200 SM itu, diperkirakan menghuni wilayah rimba di sepanjang Pantai Teluk Meksiko. Hal itu diketahui dari peninggalan-peninggalannya berupa patung berbentuk wajah manusia, dan beberapa patung yang dipercaya sebagai dewa bangsa Olmek.

Dewa-dewa bangsa Olmek mempunyai ekspresi seperti topeng atau ekspresi muka jaguar yang sedang menggeram. Dari beberapa patung peninggalan bangsa Olmek yang berhasil diteliti, diketahui berupa patung manusia yang sedang memegang anak. Patung itu diduga sebagai anak dari Dewa Jaguar, yang sangat ditakuti Bangsa Olmek.

Bangsa Olmek, yang tinggal di hutan belantara itu menganut aliran totemisme. Di mana mereka mendewakan binatang paling berkuasa di wilayahnya. Diperkirakan, saat itu jaguar adalah hewan terkuat di kawasan rimba orang-orang Olmek. Sehingga mereka menganggapnya sebagai perlambangan dewa.

Namun kepercayaan bangsa Olmek itu menjadi perdebatan di antara para peneliti. Hal itu dikarenakan, pada saat yang bersamaan dengan peradaban bangsa Olmek, di Peru Utara dan Tengah berkembang juga kebudayaan Chavin, yang menganut kepercayaan sama, yaitu menyembah Dewa Jaguar. Para peneliti menemukan banyak patung yang mirip seperti patung bangsa Olmek di negara bagian Guerrero di Pantai Pasifik, yang termasuk wilayah Meksiko.

Penemuan itu menimbulkan kebingungan karena bisa saja kebudayaan Chavin lah yang menyebarkan kepercayaan Dewa Jaguar itu di wilayah Meksiko, yang akhirnya mempengaruhi bangsa Olmek. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa bangsa Olmek lah yang memiliki peranan tersebut dan menyebarkannya ke wilayah yang lebih luas.

Bangsa Olmek memiliki prestasi yang besar terkait dengan sistem kepercayaan mereka yang menjadi dasar dari seluruh kebudayaan di Amerika Tengah. Para pemimpin keagamaan bangsa Olmek disebut dengan imam, dan berpusat di Laventa. Salah satu pusat upacara agama bangsa Olmek adalah Monte Alban, yang terletak di sebuah kota di Meksiko, yang sekarang bernama Oaksaka.

Bangunan keagamaan bangsa Olmek yang terkenal adalah Piramida Kuilkuilko di pinggiran kota Meksiko. Piramida Kuilkuilko berupa empat tingkat gundukan tanah yang dilapisi dengan batu-batu kasar. Panjangnya sekitar 117 meter dan tinggi sekitar 22,5 meter. Piramida Kuilkuilko memang tidak seperti piramida Mesir, tetapi apa yang diciptakan oleh bangsa Olmek itu menjadi bukti perkembangan ilmu pengetahuan oleh peradaban tinggi di Amerika.

Bangsa Olmek yang dipengaruhi kuat oleh sistem kepercayaan mereka terhadap Dewa Jaguar memberi kesan yang mistis dan menyeramkan. Patung-patung Olmek banyak yang berwajah seram, seakan dirasuki oleh makhluk gaib. Namun keadaan itu sangat berbeda dengan kehidupan desa-desa di sekitar wilayah bangsa Olmek. Pare peneliti berhasil menemukan beberapa peninggalan yang sangat jauh dari kesan menyeramkan di sekitar hutan bangsa Olmek. Mereka menemukan banyak patung yang sangat indah, yang memiliki nilai seni tinggi.

Sumber : Septianingrum, Anisa. 2017. Sejarah Peradaban Dunia Kuno Empat Benua. Yogyakarta : Sociality

Foto : commons.wikimedia.org