Peradaban Minoa, Embrio Kebudayaan Yunani

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pulau Kreta merupakan salah satu pulau yang berada di sebelah selatan wilayah Yunani. Salah satu sumber sejarah menyebutkan bahwa di pulau itu telah berkembang sebuah peradaban yang dikenal dengan Peradaban Minoa. Disebutkan bahwa “Minoa” diambil dari nama seorang raja yang pernah berkuasa di wilayah Kreta, bernama Raja Minos.
Peradaban Minoa terbagi ke dalam tiga periode kekuasaan, yaitu periode Minoa Kuno yang berlangsung dari tahun 3500 SM sampai 2300 SM. Kemudian periode Minoa Tengah yang berlangsung sejak tahun 2300 SM sampai 1600 SM. Terakhir, periode Minoa Akhir yang terjadi tahun 1600 SM sampai dengan 1100 SM. Sedangkan puncak kejayaan dari peradaban Minoa terjadi antara 1700 SM sampai 1400 SM.
Peradaban Minoa pertama kali ditemukan oleh arkeolog bernama Sir Arthur Evans pada 1900. Ia menemukan peninggalan-peninggalan di Pulau Kreta ketika sedang melakukan ekskavasi untuk mencari istana Knossos. Dari hasil temuannya itu diketahui bahwa peradaban yang berkembang di pulau itu telah meninggalkan bangunan-bangunan yang tersusun sangat rapi, serta tata letak yang cukup baik.
Peradaban di pulau Kreta juga dikisahkan oleh Homerus dalam karya-karyanya. Homerus menggambarkan Pulau Kreta dihuni oleh kerajaan yang terbagi menjadi 90 kota, dan rakyatnya hidup dalam kemakmuran. Para peneliti juga mengindikasikan bahwa ketika itu penduduk Pulau Kreta telah melakukan aktivitas perdagangan dengan berbagai negara, seperti Mesir, Syria, Pulau Sicilia, dan beberapa negara di kawasan Asia Kecil. Nama salah satu kota pelabuhan yang terkenal di Pulau Kreta adalah kota Phaestus.
Peradaban Minoa adalah peradaban asli Pulau Kreta, dibangun oleh orang-orang yang tinggal di wilayah Yunani, yaitu bangsa Akaia. Peradaban ini dikenal dengan sistem perdagangannya yang sangat maju. Perekonomian di negeri itu terbilang cukup maju karena jalur perdagangannya yang ramai. Bangsa Akaia juga dikenal memiliki sistem kebudayaan, berupa tulisan yang sangat maju, terlihat dari ditemukannya tiga manuskrip kuno milik peradaban Minoa yang menggunakan huruf piktograf.
Peradaban Minoa perlahan-perlahan mulai mengalami kemunduran saat datangnya bangsa Achea ke wilayah Yunani. Pengaruh yang diberikan peradaban Minoa terhadap kebudayaan Yunani sangatlah besar, dan bahkan dapat dikatakan sebagai embrio bagi peradaban setelahnya.
Sumber: Alvarendra, H. Kenzou. 2017. Buku Babon Sejarah Dunia. Yogyakarta: Brilliant Book.
Foto: eupedia.com
