Peran Besar Martin Bormann Membangun Kebijakan Partai Nazi

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Karir Martin Bormann di dalam Partai Nazi semakin menanjak berkat berbagai prestasi yang diraihnya. Antara tahun 1928 sampai 1930, Bormann banyak melakukan kontak dengan komandan Sturmabteilung atau Organisasi Paramiliter Nazi dan petinggi Nazi lainnya, sehingga membuatnya cukup dikenal.
Pada Oktober 1933, ia menjadi Reichsleiter atau Pemimpin Nasional Partai NAZI, dan sebulan kemudian diangkat menjadi anggota Reichstag atau Parlemen. Bormann pun dipercaya sebagai sekertaris pribadi Rudolf Hess hingga tahun 1944.
Martin Bormann dipercaya untuk membuat Kehlsteinhaus atau Rumah Teh Hitler, yang dikenal juga sebagai Sarang Elang, di daerah Pegunungan Alpen, dekat Berchtesgaden. Kehlsteinhaus merupakan hadiah ulang tahun ke-50 Hitler.
Bangunan itu resmi diberikan kepada Hitler pada 1939, setelah dilakukan pembangunan selama 13 bulan. Rumah mewah itu banyak digunakan oleh Hitler sebagai rumah peristirahatan dan tempat untuk menghibur para petinggi Nazi.
Selama menjadi sekertaris pribadi Rudolf Hess, Martin Bormann dinilai sangat disiplin, efisien, tegas, dan mudah menyesuaikan diri, sehingga dengan mudah ia dapat mendekati Sang Fuhrer untuk memperoleh kepercayaannya.
Martin Bormann sempat menggalang dana kampanye untuk Adolf Hitler bertajuk “The Adolf Hitler Endowment Fund of German Industry”. Aksinya itu berhasil mengumpulkan dan dalam jumlah yang sangat besar dari para pengusaha sukses di Jerman dan sekitarnya. Uang yang terkumpul akhirnya dialokasikan untuk kepentingan para pemimpin Partai Nazi.
Ketika Rudolf Hess melakukan “misi konyol” dengan terbang ke Inggris dan Skotlandia, Martin Bormann mendapat kesempatan untuk menguasai pasukan Sturmabteilung, dan semakin dekat dengan Adolf Hitler.
Pada 12 Mei 1941, Bormann ditunjuk sebagai Ketua Chancellery Party. Sejak saat itu, Bormann mulai mengendalikan tugas-tugas penting Partai Nazi, dan menjalankan berbagai kebijakan Hitler.
Martin Bormann dikenal sebagai anggota Nazi yang ortodoks, terutama ketika berhubungan dengan permasalahan rasial, anti-semit, dan kirchenkampf (perlawanan terhadap gereja). Bormann terus meningkatkan pengaruhnya di dalam partai Nazi, dan memperkuat posisinya terhadap Angkatan Bersenjata Nazi, Wehrmacht, pasukan SS, dan berbagai kebijakan lokal.
Segala tindakan yang dilakukan oleh Bormann selalu mengantarkannya pada puncak kekuasaan di dalam Partai Nazi. Ia bertanggung jawab terhadap keamanan para pemimpin Nazi, termasuk Adolf Hitler. Ia juga melakukan penetapan perundang-undangan, pengaturan pertemuan para penguasa, dan iklan-iklan yang menyangkut kegiatan anggota partai.
Martin Bormann membuka kembali peperangan terhadap kaum gereja Kristen karena ia menganggap agama Kristen sebagai penghalang perkembangan pahan yang dibawa oleh Nazi. Bromann sangat bernafsu melawan kegiatan-kegiatan gereja. Tindakannya itu tidak dibenarkan, tetapi tidak pula disalahkan, sehingga Hitler memerintahkan untuk menundanya hingga perang berakhir sebagai salah satu strategi perang yang akan diterapkan oleh Hitler.
Sumber : Ballack, Luger. 2007. 7 Tokoh Kunci Nazi. Jakarta : Visimedia
Foto : commons.wikimedia.org
