Perang Persia-Yunani Tahun 499-448 SM, Perjuangan Merebut dan Mempertahankan

Potongan Nostalgia
#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Konten dari Pengguna
22 Juli 2018 20:42 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kekuasaan bangsa Perisa yang sangat besar sangat terlihat jelas ketika mereka melakukan sebuah ekspansi ke negara-negara yang ingin dikuasainya. Hal itu sangat berbeda dengan Yunani, yang terdiri dari beberapa negara kota, yang memiliki kepentingannya masing-masing, dan bahkan sesekali terlibat perselisihan untuk urusan perdagangan. Mereka tidak dapat bekerja sama, karena setiap negara kota memiliki kebijakan yang berbeda. Athena, Thebe, Sparta, dan Korintus, serta beberapa negara kota lainnya akan selalu berusaha untuk saling menjatuhkan.
ADVERTISEMENT
Tetapi keadaan bangsa Yunani itu mulai berubah ketika bangsa Persia mengancam akan melakukan perluasan kekuasaan hingga ke Laut Aegean. Pada 499 SM, bangsa Yunani yang berada di Turki mulai melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Persia sebagai bagian dari penolakan atas rencana perluasan wilayah Persia. Athena dan beberapa negara kota Yunani lainnya mengimkan bantuan pasukan untuk menambah daya tempur kawan sebangsanya di Turki. Melihat tindakan itu, raja Persia, Darius I, mengirimkan sejumlah besar pasukannya untuk menaklukan wilayah Yunani pada 490 SM.
Angkatan Laut Persia tiba di pantai Yunani di sebelah utara Athena membawa sekitar 30.000 prajurit untuk menyerang Athena sebagai wilayah terdekat dari tempat mereka berlabuh. Pasukan Persia disambut oleh sekitar 10.000 tentara Athena yang berkumpul di area perbukitan di sepanjang jalan menuju Athena. Pasukan infanteri Athena berhasil memukul mundur pasukan Persia kembali ke kapal mereka. Terdapat lebih dari 6.000 tentara Persia gugur dalam perang di pantai tersebut.
ADVERTISEMENT
Sepuluh tahun setelah kekalahannya itu, Persia kembali ke wilayah Yunani. Kali ini Persia dipimpin oleh Xerxes, yang menggantikan Darius I. Raja Xerxes memipin sekitar 300.000 pasukan Persia melalui darat melalui Turki, Hellespont, Tharace, dan kemudian tiba di Yunani. Setelah mencapai wilayah Athena pada 480 SM, pasukan Persia membakar sebagian besar kota itu. Namun angkatan laut Persia, yang terkenal sangat tangguh, berhasil dikalahkan dalam perang Salamis di selatan Athena. Rupanya, pasukan Athena telah membuat sebuah perang perang Trireme, yang memiliki tiga dayung di sampingnya. Perahu perang itu mampu bergerak lebih cepat dan dinamis di teluk Salamis, sehingga mereka dapat mengalahkan pasukan Persia yang masih menggunakan perahu sederhana.
Melihat kekalahan demi kekalahan diderita pasukannya, Xerxes akhirnya memutuskan untuk mundur kembali ke wilayahnya. Namun ia menempatkan sebuah pasukan di bawah pimpinan Mardonius untuk mengganggu pergerakan bangsa Athena. Namun tentara Mardonius berhasil dikalahkan oleh pasukan Yunani dalam pertempuran Platea pada 479 SM. Peperangan antara Persia dan Yunani akan terus berlangsung hingga salah satunya jatuh.
ADVERTISEMENT
Sumber : Crompton, Samuel Willard. 2008. 100 Peperangan yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma
Foto : commons.wikimedia.org