Konten dari Pengguna

Perang Tiga Puluh Tahun: Konflik Sektarian Terburuk dalam Sejarah (Part II)

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Lanjutan dari Perang Tiga Puluh Tahun: Konflik Sekterian Terburuk dalam Sejarah (Part I))

Ilustrasi Perjanjian Westphalia, 1648. | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perjanjian Westphalia, 1648. | Wikimedia Commons

Perang yang dirasa tidak berujung ini akhirnya berakhir ketika seluruh aktor dalam Perang Tiga Puluh Tahun ini sepakat untuk berkumpul dan menandatangi perjanjian yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Westphalia pada tahun 1648 di Westphalia, wilayah utara Jerman.

Tidak dapat dipungkiri konflik panjang tersebut telah menyebabkan kerugian banyak pihak yang terlibat, seperti Spanyol yang kehilangan prajurit-prajurit terbaiknya, sehingga para pelaku dalam perang tersebut mulai merasa lelah dan menyerah, ingin mengakhiri perang tersebut.

Di sisi lain, Belanda yang merasa sudah putus asa, menganggap tidak ada yang dapat diupayakan untuk penyelesaian perang ini, melainkan hanya berakhir dengan sebuah permusuhan. Namun, proses diplomasi di antara pihak-pihak yang terlibat dalam ini tetap setuju untuk mengakhiri perang tiga puluh tahun dengan adanya Perjanjian Westphalia pada tahun 1648.

Ilustrasi delegasi Belanda ketika hendak menghadiri pertemuan damai di Jerman. | Wikimedia Commons.

Pasca Perang Tiga Puluh Tahun, Jerman diyakini mengalami penurunan jumlah populasi penduduknya, selain itu Jerman mengalami kerugian pada aspek pertanian sekaligus industri akibat perang tersebut.

Selain Jerman, negara-negara lain di Eropa juga mengalami kerugian dalam bidang ekonomi, karena putusnya jalur perdagangan selama hampir tiga puluh tahun. Perang tersebut juga berdampak pada devaluasi uang di seluruh Eropa.

Ilustrasi Perjanjian Westphalia, 1648. | Wikimedia Commons

Perjanjian Westphalia pun dianggap sebagai awal dari sistem negara modern. Perubahan yang dibawa oleh perjanjian ini mewakili adaptasi dari sistem federal yang lemah, di mana apa yang berlaku adalah diplomasi antar negara yang sudah terjadi, bukan suatu titik balik.

Perjanjian Westphalia mempelopori esensi baru untuk diplomasi antar negara di Eropa, berhubungan dengan kebutuhan untuk mengatasi isu-isu saat abad ke-17 yakni dengan mendorong penggunaan dimplomasi untuk pelaporan dan negosiasi secara ekstensif.

Manuskrip berkas Perjanjian Westphalia, 1648. | Wikimedia Commons

***

Referensi: