Konten dari Pengguna

Perang Verdun, Pertempuran Berdarah Jerman versus Prancis pada Perang Dunia I

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perang Verdun. Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Perang Verdun. Sumber: Wikimedia Commons

Pada Perang Dunia I terjadi pertempuran antara Prancis dan Jerman, di mana Prancis memukul mundur serangan Jerman di daerah Verdun di dataran tinggi Meuse, Lorraine, Prancis. Itu adalah salah satu pertempuran perang yang paling lama dan paling berdarah pada waktu itu.

Jenderal Jerman bernama Erich von Falkenhayn percaya bahwa perang akan dimenangkan oleh Jerman di wilayah musuhnya, Prancis. Falkenhayn merasa bahwa apabila Jerman menang dalam pertempuran itu merupakan harapan terbaik Jerman untuk mendominasi Eropa, terkecuali Inggris. Kaisar Jerman, William II pada akhir 1915 mengakui bahwa Inggris adalah yang paling tangguh dan tidak dapat diserang secara langsung

Kota Verdun dikelilingi oleh benteng di sepanjang sungai Meuse. Prancis membangun benteng supaya dapat menghambat jalur komunikasi utama Jerman. Itu adalah strategi pertahanan Prancis. Apabila benten itu hancur maka akan menjadi pukulan telak bagi Prancis.

Sumber: Wikimedia Commons

Pada awal Januari 1916, penerbang Prancis telah mendeteksi persiapan Jerman untuk menyerang Verdun. Pada 11 Februari 1916, seorang perwira intelijen Prancis menemukan banyak pasukan Jerman sudah berkumpul di tepi kanan sungai Meuse. Karena masing-masing komandan Prancis hanya berfokus pada rencana serangannya sendiri, akibatnya mereka tergesa-gesa untuk memperkuat pertahanan di Verdun.

Selama 10 hari berikutnya, ribuan pria dan puluhan senjata dipindahkan ke Verdun untuk melawan serangan Jerman. Jalur kereta api utama ke Verdun telah diputus atau terus menerus diserang oleh artileri Jerman. Perwira Prancis mengatur strategi masuknya pasukan tentara dan senjata melaui jalur jakan tanah sepanjang 37 mil (57 km) yang mengubungkan Bar le Duc ke Verdun. Jalan ini kemudian dikenal sebagai La Voie Sacrée (Jalan Suci) karena pentingnya jalan ini dalam pertahanan Prancis.

Sumber: Wikimedia Commons

Perang Verdun dimulai dari tanggal 21 Februari hingga 18 Desember 1916. Pada hari pertama perang pecah, lebih dari 1.220 senjata di sekitar garis pertahanan Verdun dilepaskan. Pada minggu pertama, Jerman telah maju sejauh enam mil; mengambil alih benteng Douaumont yang hampir tidak dijaga oleh Prancis. Pada awal Juni, Jerman merebut benteng utama lainnya, benteng Vaux.

Lebih dari 10 bulan pada tahun 1916, perang di Verdun mengakibatkan lebih dari 700.000 korban. Korban dari pihak Prancis berjumlah sekitar 400.000 dan Jerman sekitar 350.000 orang. Falkenhayn diberhentikan tidak lama setelah itu karena kegagalannya di Verdun.

Sumber: history.com, britannica.com