Konten dari Pengguna

Periode Perang Salib IX, Penguasaan Seluruh Wilayah Yerusalem oleh Pasukan Muslim

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada 1260, Dinasti Mamluk berhasil memukul mundur bangsa Mongol yang menguasai sebagian wilayah Asia Kecil dalam pertempuran Ain Jalut. Dengan berakhirnya kekuasaan Mongol di wilayah utara membuat Baibars, sebagai pemimpin Mamluk, semakin leluasa menaklukan sisa-sisa kekuatan pasukan salib di beberapa wilayah sekitar Jerusalem.

Beberapa wilayah yang berhasil diduduki pasukan Muslim Mamluk, hasil rampasan dari bangsa Mongol di antaranya, Arsuf, Atlet, Haifa, Safed, Jaffa, Ashkelon, dan Kaisarea. Bahkan pada 1268 pasukan Baibars dapat menguasai salah satu kota penting pasukan salib di Antiokhia. Pasukan Kristen yang bertahan di Antiokhia sangat menantikan bantuan dari Eropa untuk mendukung pertahanan di sana, namun mereka harus kecewa tatkala Louis IX dari Prancis gagal membawa pasukannya untuk mengobarkan Perang Salib VIII.

Buruknya dukungan dari Eropa untuk pasukan yang berada di wilayah Jerusalem sangat menyulitkan kedudukan pasukan salib di sana, salah satu tempat yang terkena dampak paling besar dari hilangnya bantuan itu adalah kawasan County Tripoli. Pada 1271, Edward I dari Inggris melakukan sebuah upaya untuk membebaskan beberapa wilayah milik pasukan salib. Edward I kemudian mengarahkan pasukannya menuju Tripoli untuk membantu Bohemond VI, pangeran Antiokhia, melawan pasukan Muslim Mamluk yang sangat mengancam keberadaan wilayah itu. Kekuatan pasukan Dinasti Mamluk tidak dapat dihentikan oleh pasukan Antiokhia yang sangat terbatas. Sehingga mereka sangat sulit mempertahankan kedudukan Antiokhia dan hanya dapat bertahan hingga bantuan dari Eropa datang.

Pada 9 Mei 1271, Edward I dan pasukannya berhasil tiba di wilayah Akko, salah satu tempat di Jerusalem yang masih bisa dipertahankan oleh pasukan Kristen. Edward I selanjutnya memutuskan untuk menggabungkan kekuatan dengan sisa-sisa pasukan salib Prancis pimpinan Charles I dari Anjou. Mereka bersepakat untuk mengarahkan pasukannya ke wilayah Triopli yang tengah dikepung oleh pasukan Muslim Mamluk pimpinan Baibars. Setibanya di Tripoli, mereka terkejut dengan situasi di sana yang sangat memprihatinkan. Pasukan dari Eropa baru mengetahui bahwa wilayah Tripoli menjadi tempat para pengungsi Kristen yang jumlahnya puluhan ribu untuk mencari perlindungan.

Setelah melalui serangkaian peperangan yang sangat panjang antara pasukan gabungan Eropa dengan pasukan Muslim, akhirnya Baibars dari Mamluk dapat menguasai seluruh wilayah pasukan Kristen, bahkan kota Akko yang menjadi tempat teraman untuk wilayah pasukan Kristen dapat ditaklukan pada 1291.

Sumber : Alvarendra, H. Kenzou. 2017. Buku Babon Sejarah Dunia. Yogyakarta : Brilliant Book

Foto : history.com