Konten dari Pengguna

Perjalanan Kepercayaan Mormon di Amerika oleh 2 Orang Petani Vermont

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada paruh pertama abad ke-19, dua orang asal Vermont mendirikan suatu agama yang diklaim sebagai agama asli orang Amerika Serikat. Mereka adalah Joseph Smith dan Brigham Young.

Joseph Smith lahir di Sharon, Vermont, pada 1805. Ketika ia berusia 10 tahun, keluarganya pindah ke wilayah barat Negara Bagian New York. Pada usia 15 tahun, Smith mengatakan bahwa dirinya menerima penglihatan seorang malaikat di sisi sebuah bukit. Smith mengklaim menerima pesan dari malaikat tersebut untuk memulihkan Gereja Kristus yang sejati.

Pada 1827, Smith menyebut dirinya mendapat sebuah wahyu yang menuntunnya menemukan piring-piring emas, yang pada permukaannya ditulisi riwayat sebuah gereja.

Pada 1830, Smith menerbitkan sebuah buku, yang berisi tulisan-tulisan pada permukaan piring tersebut, berjudul Book of Mormon. Masih pada tahun yang sama, Smith pun mendirikan Church of Jesus Christ of Latter Day Saints.

Anggota pertama dari gereja baru yang didirikan oleh Smith itu adalah anggota keluarganya sendiri. Berkat kharisma dan kepribadian Smith yang kuat, gereja “Mormonisme” berkembang dengan pesat, dengan banyak orang yang mulai meyakini aliran gereja baru tersebut.

Di sinilah pertemuan pertama Smith dengan Brigham Young, yang sama-sama pernah tinggal di Vermont sebagai seorang petani. Tahun 1830, Smith memberi Young satu salinan Book of Mormon, dan sejak saat itu Young mempersembahkan hidupnya untuk melayani gereja bersama Smith.

Tahun 1831, Smith dan pengikutnya pindah ke Kirtland, Ohio, di mana mereka mendirikan kantor pusat untuk penyebaran Mormonisme yang lebih luas. Sementara Smith mempersiapkan segala kebutuhan di kantor pusat, Young mulai melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Amerika Serikat untuk menyebarkan pesan Mormon.

Tahun 1835, Young diangkat menjadi satu dari 12 pemimpin Gereja Mormon. Ia lalu diutus untuk memberikan khotbah kepada penduduk asli Amerika dan para pendatang yang tinggal di negara-negara bagian sebelah timur.

Namun, ternyata upaya Smith untuk bermukim di Kritland pada 1837 itu gagal setelah tidak mendapat izin. Akhirnya, Smith memindahkan para pengikutnya ke Missouri. Setahun kemudian, para penganut Mormon diusir dari Missouri, dan mereka pun memilih pindah ke Nauvoo, Illinois.

Aliran gereja baru tersebut bahkan makin menjadi kontroversi setelah tersebarnya kabar bahwa Smith sedang memperjuangkan hak poligami dan, secara diam-diam, pemimpin gereja itu memiliki lebih dari satu orang istri.

Tahun 1844, kecurigaan penduduk Nauvoo kepada para penganut Mormon semakin besar. Ditambah upaya Smith yang ingin mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat, membuat permusuhan kepada para Mormonisme makin menguat.

Smith lalu dipenjarakan dan dituduh telah berupaya merusak sebuah surat kabar yang menginvestigasi poligami para penganut Mormonisme. Sebelum Smith diadili, segerombolan orang menyerbu penjara tempat Smith ditahan dan mereka membunuhnya.

Sekitar waktu kejadian pembunuhan itu, Young sedang berada di Pantai Timur untuk menghimpun para penganut baru. Sekembalinya dari sana, Young menganut eksodus para penganut Mormonisme ke arah barat menuju Salt Lake Valley di negara bagian Utah.

Dalam sebuah perjalanan sejauh 1.930 kilometer, yang dikenal sebagai “Mormon Pioneer Trail", lebih dari 62.000 orang merintis jalan ke arah barat pada tahun 1845-1847. Begitu mereka tiba di Salt Lake Valley, Young segera mengondisikan gereja secara politik dan ekonomi. Sejak saat itu, agama Mormon terus berkembang di wilayah barat benua Amerika.

---

Sumber: Crompton, Samuel Willard. 100 Hubungan yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tangerang: Karisma

Foto: Wikimedia Commons