Konten dari Pengguna

Perjalanan Panjang Sang Penguasa Eropa dari Inggris, Liverpool FC

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok: Laman Liverpool
zoom-in-whitePerbesar
Dok: Laman Liverpool

Siapa yang tak tahu Liverpool FC? Klub dengan segudang prestasi, baik di kompetisi lokal maupun interlokal. Klub yang juga selalu melahirkan pemain-pemain bintang di setiap musimnya, sebut saja Kenny Dalglish, Ian Rush, Steven Gerrard, sampai era Mohamed Salah. Di sisi lain, suporter fanatik yang selalu memenuhi stadion ketika bermain di markas mereka menjadi ciri khas tersendiri dengan semboyan You’ll Never Walk Alone.

Dok: Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Dok: Wikimedia

Liverpool Football Club lahir pada bulan Maret 1892 dengan tokoh pendirinya yaitu John Houlding, sang pemilik stadion Anfield Road. Namun sebelumnya telah lahir dahulu tim sekota Everton Football Club yang juga lebih dulu menghuni Anfield. Perselisihannya dengan Houlding membuat Everton angkat kaki dan menempati stadion baru mereka di Goodison Park. Setelah itu dibentuklah Liverpool Football Club dengan menunjuk John McKenna, seorang berkebangsaan Irlandia yang memiliki wawasan luas tentang Skotlandia dan menjadikannya sebagai peracik skuad yang kala itu berisikan 13 pemain, 9 di antaranya adalah pemain Skotlandia.

Dok: Laman Liverpool

Musim pertama Liverpool sukses memenangkan gelar pertamanya di kejuaraan divisi dua Inggris tanpa terkalahkan. Mereka finish dengan selisih dua poin di atas Sunderland. Gelar liga kedua berhasil dimenangkan pada tahun 1906 dan mencapai final piala FA pertama untuk klub walaupun menderita kekalahan 1-0 dari Burnley. Gelar liga selanjutnya kembali sukses direngkuh pada tahun 1922 dan 1947.

Masuknya Shankly 1959. Dok: Laman Liverpool

Pada tahun 1959, manajemen menunjuk Bill Shankly sebagai nahkoda baru klub menggantikan Phil Taylor yang sebelumnya gagal mengeluarkan Liverpool dari divisi dua. Shankly membuktikan kapasitasnya dengan menjuarai Piala FA pada tahun 1965 pada upaya ketiga klub dengan mengalahkan Leeds United di final. Tak hanya itu, Shankly juga berhasil mengawinkan gelar piala FA tersebut dengan liga di tahun 1966 dan tampil di kejuaraan Eropa pada tahun yang sama.

Bill Shankly benar-benar menunjukkan kehebatannya di tahun 1973, yaitu dengan memenangkan gelar Piala UEFA (kancah Eropa) untuk pertama kalinya dan gelar liga kedelapan bagi mereka. Namun, setahun kemudian, Shankly membuat keputusan mengejutkan meninggalkan klub dengan persetujuan bersama. Tentu saja hal tersebut sangat mengejutkan bagi semua penggemar Liverpool yang memujanya.

Kemenangan UEFA 1976. Dok: Laman Liverpool

Tak berselang lama, Bob Paisley dipromosikan sebagai pengganti Shankly dengan segala keraguan yang hinggap di hati para penggemar. Pada tahun 1976, Paisley menjawab semua keraguan tersebut dengan merengkuh gelar liga dan Piala UEFA di tahun yang sama. Begitu pula di musim berikutnya, gelar liga, Piala UEFA, dan bahkan Piala Super Eropa tiba di Anfield. Tak sampai di situ, gelar Piala UEFA kembali hadir di tahun ’78 dan ’81. Gelar liga juga mengikuti di tahun ’79, ’80, ’82, & ’83, ditambah lagi gelar piala liga di tahun ’81, ’82, & ’83, dan menjadikannya manajer sepakbola tersukses di tanah Inggris.

Pada tahun 1982-1983, Paisley memutuskan untuk pensiun dan Joe Fagan hadir sebagai pengganti. Joe Fagan mampu mempersembahkan gelar liga, piala liga, dan piala UEFA di musim pertamanya melatih Liverpool. Hanya berselang 2 tahun setelahnya, Fagan pensiun. Kenny Dalglish yang juga salah satu legenda Liverpool diangkat menjadi pelatih baru klub yang berjuluk The Reds tersebut. “King” Kenny berhasil menyandingkan gelar liga dan piala FA di tahun 1986. Dua gelar liga juga menambah koleksi prestasinya sebagai pelatih di tahun ’88 dan ’90 diikuti juga gelar Piala FA di tahun ’89.

Di tahun yang sama pula 1989 tepatnya tanggal 15 April menjadi memori perjalanan kelam bagi klub bahkan persepakbolaan di Inggris. Kala itu, Liverpool bermain di semifinal Piala FA berhadapan dengan Nottingham Forest di stadion Hillsborough. Penonton yang hadir membludak dan benar-benar di luar ekspektasi penyelenggara pertandingan sehingga membuat pihak keamanan kewalahan dan tak mampu membendungnya. Sebanyak 96 penggemar Liverpool menjadi korban di kejadian tersebut dan tak pernah kembali ke rumah.

Dalglish meninggalkan klub di tahun 1991 dan Graeme Souness mengambil alih kursi kepelatihan. Souness hanya mampu memenangkan gelar Piala FA di musim pertamanya dan gagal menambah gelar liga bagi klub. Di tahun 1994, Roy Evans ditunjuk menggantikan Souness. Namun kembali lagi, Evans dianggap gagal mengembalikan kejayaan klub dengan hanya menjuarai piala liga tahun 1995.

Pada musim panas 1998, klub menunjuk Gerard Houllier untuk mengambil alih kendali tim. Houllier berhasil mengembalikan kejayaan klub dengan memenangi piala liga, piala FA, dan tampil sebagai juara Eropa untuk yang kesekian kalinya. Di era Houllier juga beberapa pemain bintang berhasil lahir, sebut saja Gary McAllister, Sami Hyypia, John Arne Riise, Robie Fowler, dan “The Golden Boy” Steven Gerrard. Hal tersebut tak lain dilakukan oleh Houllier untuk membangun pondasi tim dan diharapkan mampu bertahan untuk beberapa tahun ke depan. Namun kesuksesan yang diharapkan berubah menjadi keresahan para fans dan suporter karena tiba-tiba Liverpool menjadi tim yang biasa-biasa saja seperti kehilangan jati dirinya sebagai salah satu tim besar di Inggris.

Kemudian Liverpool melakukan perombakan besar-besaran di dalam tim dan manajemen. Salah satunya yaitu dengan mendatangkan pengganti Houllier sebagai nakhoda tim. Rafael Benitez atau biasa dipanggil Rafa tersebut, menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala. Seorang pelatih muda potensial asal Spanyol tersebut sudah dihadapkan dengan permasalahan yang belum selesai di era Houllier dan tentunya ekspektasi tinggi dari para penggemar bertumpu di pundak Rafa.

PIala Eropa 2005. Dok: Laman Liverpool

Pembelian beberapa pemain muda potensial yang berasal dari Spanyol seperti Luis Garcia, Xabi Alonso, dan Fernando Morientes menjadi langkah awal Rafael Benitez sebagai nakhoda tim. Musim pertama Rafa di Liverpool tampaknya langsung dapat mengobati kerinduan para penggemar akan juara Eropa dengan mengalahkan AC Milan di Final Liga Champions Eropa 2005. Di tahun yang sama pula Liverpool juga berhasil memenangkan Piala FA.

Setelah era Rafael Benitez Liverpool kembali mengalami inkonsistensi dan sering berganti-ganti pelatih. Mulai dari Roy Hodgson, kembalinya “King” Kenny, sampai dengan Brendan Rodgers yang hampir saja membawa Liverpool merengkuh gelar liga tetap saja tak mampu mengobati rasa rindu para penggemar akan kejayaan Liverpool.

Jurgen Klopp. Dok: Wikimedia/Jürgen Jung, Fotosaar at German Wikipedia

Harapan baru muncul ketika di tahun 2015 Liverpool menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih baru menggantikan Brendan Rodgers. Pelatih berkebangsaan Jerman Tersebut digadang-gadang mampu mengembalikan kejayaan Liverpool di masa lalu. Masa adaptasi Klopp di tim berlangsung cukup cepat dengan langsung membawa Liverpool ke Final Liga Europa (Euro Cup) tahun 2016 dengan comeback dramatisnya di Anfield melawan mantan timnya Borussia Dortmund. Di Final Liverpool takluk secara menyedihkan dari Sevilla dengan skor 3-1.

Gebrakan dilakukan Klopp dengan merombak susunan tim dengan mendatangkan sejumlah pilar, seperti Giorginio Wijnaldum, Sadio Mane, Roberto Firmino, Mohammed Salah, sampai dengan Virgil Van Dijk. Di musim 2017/2018, Klopp kembali membawa The Reds ke partai puncak, yaitu Final Liga Champions Eropa (Piala Eropa) menantang raksasa Spanyol, Real Madrid. Namun di percobaanya yang kedua di kancah Eropa kembali gagal setelah Liverpool terpaksa harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 3-1 di kota Kyev.

Kesabaran Klopp berbuah manis ketika akhirnya Liverpool berhasil meraih treble internasional di musim berikutnya yaitu pada musim 2019/2020. Gelar Liga Champions Eropa disusul gelar Piala Super Eropa dan terakhir gelar Piala Dunia Antar Klub berhasil dibawa pulang ke Anfield. Liverpool Football Club, tim dengan warna identik merah ini masih dalam perjalanan menuju masa kejayaannya kembali. Sebuah tim dari kota Merseyside yang menjadi salah satu tim tersukses di tanah Britania Raya.

Sumber: Laman thisisanfield.com