Konten dari Pengguna

Perjalanan Sejarah Pakaian Dalam di Dunia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Celana dalam diperkirakan sudah dipakai oleh manusia sejak 6000 tahun yang lalu dengan bentuk yang sangat sederhana, yaitu berupa cawat. Bentuk paling awal dan sederhana dari cawat hanyalah sebuah strip panjang yang melewati kedua belahan kaki, kemudian diikat di sekitar pinggang.

Cawat diperkirakan digunakan oleh orang-orang zaman dahulu sebagai pakaian utama ketika cuaca panas, sedangkan ketika cuaca dingin cawat akan dilapisi oleh pakaian lain untuk menghindari udara dingin.

Pada abad pertengahan di Barat, pakaian dalam pria dibuat menjadi lebih longgar dengan bahan yang lembut dan mirip dengan celana, disebut braies. Cara memakai braies yaitu dengan memasukan kedua kaki ke dalam lingkaran, kemudian bagian atas braies diikat ke pinggang. Braies diperkenalkan pertama kali pada akhir abad ke-16 oleh Raja Henry VIII dari Inggris, kepada kalangan bangsawan. Setelah itu penggunaan braies semakin meluas dan menjadi tren pakaian pada masa itu. Sementara, pakaian dalam wanita abad Pertengahan menggunakan bahan ketat yang disebut kamisol, kemudian dipadukan dengan braies untuk bagian bawah tubuh mereka. Selama musim dingin, para wanita di Barat menggunakan rok tambahan sebelum menggunakan gaun. Pada abad ke-16 muncul rok berbahan dasar batang pohon willow, yang membuat tampilan rok menjadi kaku. Rok tersebut menonjolkan bentuk tubuh penggunanya, sehingga wanita-wanita Eropa berlomba-lomba membentuk tubuh ideal mereka. Sejak penemuan mesin pintal pada abad ke-18, produksi kain katun menjadi lebih mudah. Hal tersebut memungkinkan pabrik-pabrik membuat pakian dalam dengan jumlah yang sangat banyak dalam satu kali produksi. Oleh karenanya, orang-orang sudah tidak perlu membuat pakaian dalam mereka sendiri di rumah. Pada abad Pertengahan juga penggunaan korset semakin meluas di kalangan wanita untuk membentuk tubuh mereka. Korset dibentuk dengan menarik bahu ke belakang untuk membentuk dada lebih tinggi, dan membentuk postur tegak. Bentuk korset sendiri dibuat lebih kecil menggunakan rangka yang lebih ringan. Memasuki tahun 1860, korset menjadi pakaian dalam penting yang wajib digunakan oleh para wanita karena pinggang yang kecil telah menjadi lambang kecantika wanita pada masa itu. Korset kemudian dibuat menggunakan bahan yang tak lazim, seperti tulang ikan paus dan baja. Bahan-bahan tersebut membuat rusak organ dalam penggunanya jika terus menerus digunakan. Sehingga pada tahun 1880 terjadi kampanye menghilangkan penggunaan korset yang dapat merusak tubuh. Kemudian orang-orang mulai mencari cara dalam pembuatan korset yang tidak akan merusak tubuh. Produksi pakaian dalam semakin berkembang pesat di seluruh dunia, sehingga dibuatlah iklan pakaian dalam pertama tahun 1911 di Amerika Serikat. Tren penggunaan pakaian dalam pada awal abad ke-20 bukan pada motifnya, tetapi pada kenyamanan saat digunakan. Sehingga bentuk dan warna pakaian dalam saat itu tidak terlalu banyak. Pada 1935, perusahaan Coopers menjual pakaian dalam berbentuk segitiga pertama untuk pria. Sumber : Zaenuddin. 2015. Asal-Usul Benda-Benda di Sekitar Kita Tempo Doeloe. Jakarta : Change. Foto : commons.wikimedia.org