Permainan Papan Serupa Ular Tangga dari Zaman Mesir Kuno

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada masa 5.000 tahun yang lalu, tepanya di zaman Perunggu, manusia telah menciptakan satu set batu pahatan yang digunakan sebagai permainan. Batu permainan ini menjadi benda permainan tertua di dunia dan ditemukan di Turki pada tahun 2013.
Namun perlu dketahui, tak hanyak di wilayah Turki saja penemuan permainan papan dari zaman kuno. Di negara Mesir juga ditemukan permainan yang berasal dari masa ribuan tahun lalu.
Pada kebudayaan Mesir kuno dikenal suatu jenis permainan papan bernama Senet. Permainan ini menjadi favorit anak laki-laki Tutankhamun dan Ratu Nefertari, istri Ramses II. Berdasarkan bukti arkeologis, Senet dimainkan sejak 3100 SM. Menurut Museum Seni Metropolitan, masyarakat kelas atas Mesir kuno memainkan Senet dengan papan yang dihiasi ornamen dan masih bisa dilihat sampai sekarang. Permainan ini biasa dimainkan di atas permukaan bau, meja atau lantai.
Papan permainan Senet berbentuk panjang dan terdiri dari 30 kota yang disusun dalam tiga baris paralel. Permainan ini dimainkan oleh dua orang dengan cara main yang mirip dengan permainan ular tangga di masa sekarang. Pemain memindahkan bidaknya, melangkahi bidak lawan main, hingga sampai ke kotak bawah.
Orang Mesir kuno percaya bahwa permainan senet memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan setelah kematian. Pemain percaya bahwa Senet mengungkapkan rintangan apa yang ada di depan, memperingatkan manusia dari perbuatan buruk semasa di dunia, kemudian bergabung dengan dewa Ra untuk selamanya.
Selain senet ada pula jenis permainan papan pada zaman Mesir kuno bernama Mehen. Mehen dimainkan pada 3100 sampai 2300 SM. Nama permainan ini berasal dari nama dewa ular dalam mitologi Mesir kuno. Permainan Mehen bisa dimainkan hingga enam orang yang bertugas memainkan bidak berbentuk singa dan bola melintasi jalur spiral seperti ular melingkar
Aturan permainan Mehen tidak begitu jelas, karena permainan ini memudar dari popularitas setelah jatuhnya Kerajaan Mesir kuno dan jarang muncul dalam catatan arkeologi.
sumber:.smithsonianmag.com
