Peta Rahasia Cantino Planisphere

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di saat pengetahuan mengenai teritori baru memberikan bangsa-bangsa keunggulan dalam strategi dan perdagangan, peta-peta semacam ini dilindungi sebagai bagian dari rahasia negara. Mata-mata akan melakukan apa saja untuk mendapatkan peta-peta tersebut.
Pada 1502, bangsa Eropa tergiur dengan benua baru seberang Samudra Atlantik, yang termuat dalam peta inovatif sebagaimana kekuatan objek baru
Tidak ada pengetahuan yang lebih didambakan bangsa Eropa abad ke-16 selain informasi yang terekam dalam peta bahari. Mulai dari pesisir, pelabuhan, sungai, sumber daya hingga detil fitur yang dapat memberikan keuntungan guna merebut dan mendapatkan wilayah baru.
“Cantino Planisphere” yang diselesaikan pada 1502 sejatinnya merupakan grafik kedua yang diketahui perihal dunia baru. Grafik “Cantino Planisphere” serta merta berisikan informasi jalur perdagangan Portugis dan penemuan di pesisir Brazil. Terdiri atas enam bagian perkamen yang terlampir di kanvas besar sekitar 1x2 meter, “Cantino Planisphere” berhasil diselesaikan di Lisbon.
Istilah “planisphere” adalah bidang datar yang biasanya digunakan guna menjelaskan grafik bintang-bintang. Catatan sejarah mengatakan bahwa Cantino Planisphere mencoba menyewa seorang pembuat peta yang memiliki koneksi untuk menyelinap ke gudang peta bahari Portugis guna mengompilasikan informasi dalam pembuatan peta tersebut. Tidak berhenti sampai di sana, Cantino disebut-sebut telah membayar mahal untuk pembuatan peta sebesar 12 emas ducats.
Para pembuat peta zaman ini dihadapkan dengan tugas kolosan: untuk menyatukan sumber ekstensif lisan dan tulisan ke dalam sebuah gambar. Dibuat satu atau dua tahun sebelum peta Cantino, penggambaran awal Dunia Baru dibuat oleh Juan de la Cosa, seorang kolega Christoper Colombus. Kedua peta mengungkap tantangan besar dari Dunia Baru kepada para pembuat peta, yang masih mengandalkan tradisi lama kartografis.
Peta Cantino dapat juga memberikan kesaksian penting terhadap kartografi yakni sebuah transisi menuju astronavigasi. Peta yang pertama meliputi garis ekuator, tropis, lingkaran artik, “Cantino Planisphere” juga menjadi peta pertama yang menunjukkan “garis Tordesillas”, melintang dari utara ke selatan, yang menentukan perbatasan antara teritori Spanyol dengan Portugis.
Berangkat dari kehadiran peta tersebut, “Cantino Planisphere” berupaya merefleksikan usaha-usaha dalam membuat peta dengan kepentingan politik, budaya, dan informasi ekonomi, salah satunya rekam jejak penjelajahan Eropa abad 15-16 dan penemuan pesisir Brazil.
Sumber: National Geographical Indonesia (Edisi 31 Maret 2017) Sumber foto: https://atlantisjavasea.files.wordpress.com
