Pulau Corregidor di Filipina, Saksi Pertempuran Pasukan AS di Perang Dunia II

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pulau Corregidor atau dalam bahasa Filipino disebut "Isla ng Corregidor" adalah pulau tropis yang terletak di Teluk Manila. Pada masa dahulu, pulau kecil ini pernah digunakan oleh orang Spanyol sebagai lokasi pertahanan yang strategis ketika mereka tiba di kepulauan Filipina pada abad ke-16 M.
Orang Filipina menamakannya "Island of the Corrector," karena pulau ini adalah tempat di mana semua kapal yang memasuki Manila akan singgah untuk diperiksa. Sejak saat itu, pulau ini menjadi lokasi banyak pertempuran dari masa Perang Spanyol-Amerika hingga periode kolonialisme Amerika di Filipina.
Penanda tertua di pulau itu adalah mercusuar yang berdiri pada tahun 1853. Sebagian besar pulau ini didominasi oleh reruntuhan bangunan ketika pertempuran sengit terjadi semasa Perang Dunia II. Selain bangunan pertahanan, ada pula toko, bioskop, dan kolam renang sebagai fasilitas bagi tentara yang ditempatkan di sini.
Selama invasi Jepang ke Filipina pada tahun 1941, pulau Corregidor menjadi markas sementara pemerintah Filipina. Pasukan Amerika dan Filipina berjuang mati-matian untuk mempertahankan pulau itu dengan menggunakan terowongan yang digali sebagai tempat penyimpanan amunisi dan balai pengobatan. Namun, pulau Corregidor diserahkan kepada Jepang pada musim semi tahun 1942 setelah pasukan Filipina-Amerika diserang habis-habisan.
Pada awal tahun 1945 gelombang perang berbalik melawan Jepang. Karena pengeboman dari udara dan laut, pasukan Jepang akhirnya menyerah kepada pasukan Amerika dan Filipina pada Februari 1945.
Terowongan luas di bawah tanah pulau Corregidor menjadi tempat yang paling menakutkan. Konon, koridor terowongan yang gelap adalah tempat tentara Jepang melakukan aksi bunuh diri sebelum dikalahkan oleh musuh.
Pulau ini sekarang menjadi monumen nasional dan tugu peringatan perang. Reruntuhan bangunan dipertahankan untuk mengenang tentara Amerika, Filipina, dan Jepang yang bertempur dan tewas di pulau ini.
Sumber: atlasobscura.com
