Raja Sejong dan Aneka Kegemilangan Korea di Bidang Sosial dan Medis di Tangannya
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tokoh sejarah Raja Sejong begitu terkenal di tengah masyarakat Korea Modern. Ia sangat dikenal sebagai raja yang menciptakan huruf Hangeul, huruf modifikasi untuk menuliskan bahasa Korea. Dikarenakan pada masa Sejong, orang Korea terutama kelas bawah banyak yang tak mampu menguasai tulisan Hanja. Raja Sejong juga berjasa dalam hal kemajuan iptek, sosial dan medis.
Berkat Sejong, pajak untuk petani (gongbeop) direformasi. Kemudian, Sejong mengirim para pembantu dan menteri ke seluruh Korea untuk mengukur pendapat rakyatnya tentang sistem baru sebelum diterapkan. Proses ini memakan waktu 17 tahun untuk mensurvei publik dan berdebat dengan para menteri.
Penduduk dan para menteri akhirnya sepakat bahwa sistem pajak progresif yang baru lebih baik daripada sistem Jo-Yong-Jo yang diterapkan sekitar 400 tahun sebelumnya oleh Dinasti Goryeo. Sejong akhirnya menerapkan reformasi pajak. Survei dan musyawarah sebelum menerapkan sistem perpajakan baru ini menunjukkan kebajikan Sejong terhadap rakyatnya dan keinginannya untuk Korea yang lebih baik.
Sejong memerintah dan menulis hukum sesuai dengan cita-cita Konfusianisme. Dia percaya bahwa hukum harus sesuai dengan kemauan dan kepercayaan rakyat.
Sejong juga berusaha memajukan studi kedokteran dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perubahan pertama yang dilakukan Sejong adalah mengatur ulang sistem perawatan kesehatan Korea. Dia memperkenalkan berbagai kantor yang berfokus pada satu kelas saja. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang bertanggung jawab atas semua perawatan untuk semua kelas.
Satu kantor layanan kesehatan memberikan perawatan medis kepada keluarga kerajaan, kantor lain memberikan perawatan kepada pejabat tinggi dan kantor lainnya memberikan perawatan kepada pejabat lainnya. Masyarakat umum menerima perawatan mereka dari kantor-kantor layanan yang lebih terlokalisasi.
Sejong juga meningkatkan pengiriman obat ke masyarakat umum lebih dari raja-raja sebelumnya. Ia juga membuat perawatan kesehatan lebih terjangkau dengan menginstruksikan program medis negara untuk mencari bahan-bahan lokal sehingga menurunkan biaya obat.
Selanjutnya, sang raja mereformasi penelitian dan pelatihan medis. Dia menciptakan sekelompok sarjana untuk mempelajari teks-teks medis Tiongkok. Mereka dipilih langsung dari orang-orang yang lulus ujian masuk pegawai negeri (Gwageo).
Pada tahun 1433 M, diterbitkan Hyangyak Jipseongbang, sebuah teks yang mengumpulkan semua pengetahuan medis di Korea. Ini adalah langkah menuju pengobatan asli Korea dibandingkan dengan mengimpor obat tradisional Tiongkok seperti sebelumnya. Pada 1445 M, diterbitkan ensiklopedia lebih lanjut tentang pengetahuan dan resep medis, berjudul Uibang Yuchwi.
Sumber: ancient.eu

