Rekam Jejak Bu Inggit

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ada 1001 cara guna mengingat dan mengenang sosok pahlawan berjasa bagi bangsa Indonesia.
Inggit Garnasih, wanita yang setia kala menemani perjuangan Sang Proklamator Indonesia, Soekarno, merintis kemerdekaan. Ia menjadi sosok pahlawan wanita yang tak luput dari sejarah panjang bangsa Indonesia
Sebagai bentuk kecintaan dan pengakuan peranan Bu Inggit dalam perjuangan Soekarno merintis kemerdekaan, beberapa komunitas di Bandung mendeklarasikan bulan Febuari sebagai bulan cinta Bu Inggit. Tidak berhenti sampai di sana. Tari Garna Asih dengan iringan musik Tarawangsa yang ditarikan 3 orang penari selama 1 jam menjadi tarian sakral yang menggambarkan kehidupan Bu Inggit ketika menjadi istri Bung Karno turut mengeksistensikan kembali peranan Bu Inggit
Lebih dari itu. Jejak Bu Inggit di Bandung dan Jakarta pun dapat diputar kembali melalui trak peninggalannya, diantaranya :
1. Sekitar tahun 1903-1923 Ibu Inggit dengan Tuan Sanoesi tinggal di Jalan Kebon Djati
2. 24 Maret 1923, Ibu Inggit menikah dengan Soekarno di Rumah Ibu Amsi di Javaveem Weg yang sekarang menjadi Jalan Viadutch, Bandung
3. 1923, ngontrak di Gedung Dalapan di Poengkoer Weg samping terminal Kebon Kalapa bersama Bung Karno
4. 1925, Ibu Inggit pindah ke Regentweg (sekarang menjadi Jalan Dewi Sartika Bandung) selama setahun dan sekarang rumahnya menjadi Gereja Rehoboth
5. 1926, Ibu Inggit membeli rumah di Astana Anjarweg Nomer 274 yang sekarang menjadi Jalan Ibu Inggit Garnasih No 8
6. 1942, Bu Inggit dan Soekarno pulang ke Batavia dan tinggal di Jalan Pegangsaan Timur No 56
7. 1934, Ibu Inggit dan Soekarno bercerai di rumah Tn. H. Anda di Legkong Besar – Ranaweg
8. 1946, Bandung Lautan Api pecah. Bu Inggit ikut mengungsi dari Bandung ke Garut lalu pindah ke Kampung Karikil sampai 1949
9. 1949, Bu Inggit kembali ke Bandung dan menumpang di Paviljon Tn. Doerrasid salah satu aktivis Sarekat Islam di Gang Bapa Rapi Bandung
10. 1950 Ibu Inggit kembali ke Astana Anjar Jalan Tjiateul/Ibu Inggit Garnasih No 8 Bandung atas sumbangan kawan seperjuangan aktivis Soekarno seperti S.K Trimoerti, Soepardi, Winoto dan Gatot Mangkupradja yang dibangun rumahnya selama 6 bulan oleh Soegiri
