Konten dari Pengguna

Reorganisasi Batavia Awal Pendudukan Jepang

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reorganisasi Batavia Awal Pendudukan Jepang
zoom-in-whitePerbesar

Batavia sebagai salah satu pusat administrasi yang digunakan pemerintah Hindia-Belanda pada masa kolonial, menjadi wilayah utama yang diincar oleh Jepang. Penyerbuan Jepang pada 1942 yang dilakukan mendadak membuat semua orang tidak berkutik, bahkan walikota Batavia saat itu masih menggunakan baju tidurnya diarak melalui jalan-jalan kota menuju penjara utama di Glodok karena tidak mau menandatangani pernyataan kesetiaan pada Jepang.

Hal yang paling pertama dilakukan Jepang ketika berhasil menduduki Batavia adalah, mengganti semua unsur yang berbau ‘Belanda’. Patung Jan Pieterszoon Coen, segera dihancurkan, jalan-jalan dengan nama-nama Eropa diubah menjadi nama Jepang, sepeti Jalan Van Heuts Boulevard menjadi jalan Immamura. Selain itu semua penanda dan iklan dalam bahasa Belanda harus di gantikan dengan nama Jepang atau Indonesia. Bahasa yang diperbolehkan hanya bahasa Jepang dan Indonesia. Mereka orang-orang Eropa yang tersisa di Batavia di skap dan dipenjarakan.

Layaknya Belanda yang mengoptimalkan Batavia sebagai kota administrasi, Jepang juga ingin menanamkan pengaruhnya di Batavia yang dikemudian hari namanya diganti menjadi Jakarta. Orang-orang Indonesia yang menjadi pegawai administrasi dan guru diberikan pelatihan untuk memperkenalkan kebudayaan dan kebiasaan orang Jepang. Hal serupa juga terjadi pada bidang pendidikan, dimana pelajaran dalam bahasa Belanda dan Inggris digantikan dengan bahasa Jepang, setiap hari, sebelum pelajaran dimulai, anak-anak harus menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, dan berdiri tegak ketika bendera Jepang dikibarkan

Sumber : Blackburn, susan. 2011. Sejarah Jakarta 400 Tahun. Diterjemahkan oleh : Gatot Triwira. Jakarta: Mapus Jakarta

foto : sumeneptempodulu.blogspot.co.id