Riwayat Permainan Kelereng: Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelereng adalah mainan bulat kecil yang kebanyakan dibuat dari kaca. Ada pula yang terbuat dari tanah liat, baja, plastik. Bola-bola kelereng memiliki ukuran dan jenis yang berbeda.
Tidak diketahui di mana kelereng pertama kali diproduksi, tetapi ada bukti arkeologis bahwa banyak permainan kelereng yang dimainkan oleh anak-anak ribuan tahun yang lalu dari berbagai belahan dunia. Para ilmuwan telah menemukan bola kecil berwarna-warni di kuburan piramida Mesir. Tampaknya kelereng adalah bagian dari permainan sehari-hari anak-anak Mesir dahulu kala. Satu set kelereng tertua digali dari makam seorang anak Mesir sekitar 3.000 SM di Nagada.
Kelereng yang terbuat dari tanah liat telah ditemukan di reruntuhan prasejarah di barat daya Amerika Serikat. Dan ada pula di reruntuhan kuno di Meksiko. Sejarawan berpikir, bola kelereng dibuat oleh suku Aztec untuk bermain.
Di daratan Asia, bola batu kecil kuno ini ditemukan oleh para arkeolog yang digali di dekat Mohenjo Daro, India. Artefak serupa telah ditemukan di situs prasejarah yang terkait dengan Khaldea di Mesopotamia.
Pada masa Yunani kuno, anak-anak telah bermain kelereng. Di Pulau Kreta, para remaja Minoan bermain dengan kelereng yang sangat mengkilap dari jasper dan batu akik sejak tahun 1435 SM. Orang Yunani memberi nama marmaros, yang kemudian dikenal "marmer" dan "marbles" dalam bahasa Inggris.
Kelereng juga merupakan permainan yang populer di kalangan anak-anak Romawi. Bahkan, kaisar Romawi pertama, Caesar Augustus, pernah diceritakan turun dari tandu untuk bergabung dengan anak-anak jalanan yang menembakkan kerikil dan batu marmer. Kelereng kaca bening sudah diproduksi di Romawi kuno.
Meskipun kelereng disebutkan dalam literatur kuno dan digambarkan dalam lukisan sejarah. Sungguh menarik melihat bagaimana permainan kelereng ini berkembang secara independen di hampir setiap budaya kuno dan masih populer di zaman modern.
Sumber: ancientpages.com, arizonahistoricalsociety.com, britannica.com
