Konten dari Pengguna

Saint Malo, Kota Para Bajak Laut Kerajaan Prancis

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan (Foto: Wikimedia Commons)

Kota Saint Malo di Bretagne dikenal sebagai salah satu kota bajak laut yang aktif selama abad Pertengahan. Namun, tidak seperti bajak laut pada umumnya yang melakukan pembajakan kapal untuk kepentingan pribadinya, para bajak laut di Saint Malo merampas harta para pelaut untuk kepentingan Kerajaan Prancis. Mereka dikenal dengan sebutan “Corsaire Malouin”, atau bajak laut Malouin. Istilah Corsaire berasal dari bahasa Prancis, yang digunakan untuk membedakan mereka dengan bajak laut biasa.

Para corsair diperbolehkan menggunakan kekerasan dalam setiap aksinya, bahkan sampai membunuh para awak kapal dalam setiap aksi perompakan tersebut. Namun, segala tindakan mereka itu dinyatakan legal dan tidak boleh ada yang menentangnya, karena mereka bertindak atas nama raja.

Wilayah Bretagne menjadi salah satu pelabuhan penting bagi para pedagang, dan masuk dalam jalur perdagangan dunia.

Kondisi yang cukup aneh memang, tetapi begitulah kenyataan yang terjadi saat itu. Orang-orang Saint Malo sangat bangga dengan masa lalunya sebagai bajak laut. Tetapi mereka tidak senang jika disebut sebagai “Pirates”. Bagi mereka istilah Pirates dan Corsaire memiliki perbedaan yang sangat besar. Pirates adalah perompak yang sangat kejam dan identik dengan kekerasan, sementara corsaire adalah prajurit kerajaan yang terhormat.

Para bajak laut kerajaan itu tidak sembarangan dalam memilih kapal yang akan mereka bajak. Setiap kapal yang berhubungan dengan kerajaan Prancis akan dibiarkan, bahkan terkadang dibantu hingga mencapai pelabuhan di Prancis. Namun kapal asing, terutama kapal yang berasal dari Inggris, akan menjadi sasaran utama mereka.

Pada 1944, salama Perang Dunia II, kota Saint Malo mengalami kehancuran yang sangat parah, bahkan kerusakannya mencapai 80 persen di seluruh wilayah kota. Kota itu kemudian dibangun ulang selama bertahun-tahun hingga akhirnya dapat digunakan kembali.

Sejak pertama berdiri, kota yang berada di Bretagne itu sangat terkenal dengan sejarah pelayarannya. Wilayah Bretagne menjadi salah satu pelabuhan penting bagi para pedagang, dan masuk dalam jalur perdagangan dunia. Kota pelabuhan Saint Malo dikelilingi oleh benteng raksasa, yang saat perang digunakan sebagai pertahanan kota, sekaligus pertahanan dari terjangan ombak laut.

Sumber : Wijayanti, Daru. 2013. Menejalajah Keajaiban Dunia dalam 365 Hari. Yogyakarta : Indo Literasi

Foto : commons.wikimedia.org

Saint Malo, Kota Para Bajak Laut Kerajaan Prancis (1)
zoom-in-whitePerbesar