28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Februari 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Saritem, Gadis Penjual Jamu Kota Kembang Hingga Lokalisasi Bandung

Potongan Nostalgia
#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
8 Mei 2017 12:51 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:17 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ilustrasi wanita diserang  (Foto: Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita diserang (Foto: Getty Images)
Saritem ialah lokalisasi yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Lokalisasi ini terletak di dekat stasiun kereta. Tepatnya di Jalan Astana Anyar dan Gardu Jati.
ADVERTISEMENT
Pada mulanya, Saritem didirikan oleh orang Belanda yang tinggal di tanah Priangan sejak 1838. Kala itu, para PSK tak ayalnya sering kali datang dari wanita desa yang berhasil ditipu atau dipaksa untuk mencari penghidupan yang layak, meski tak jarang pula yang menawarkan diri secara terang-terangan.
Ada yang menyebutkan bahwa nama Saritem berasal dari nama seorang penjaga warung remang-remang yang nongkrong di pinggir jalan. Namun, menurut cerita lain menyebutkan bahwa saritem merupakan nama seorang primadona pelacur tempo dulu yang bernama “Nyisari” yang berkulit “hitam manis”. Sehingga untuk mengabadikan namanya jalan dari arah Gardujati tersebut diberi nama jalan Saritem.
Versi lain pun bemunculan. Ada yang menyebutkan juga bahwa Saritem berasal dari nama gadis belia pedagang jamu, asal kota kembang yang memang berparas cantik dan berkulit putih yang berhasil mempesona seorang pembesar Belanda kala itu. Saritem pun akhirnya dijadikan gundik dan berganti nama menjadi Nyonya Belanda alias Nyi Saritem.
ADVERTISEMENT
Beberapa tahun kemudian, Saritem diminta Kompeni Belanda untuk mencari wanita yang dapat dijadikan teman kencan serdadu Belanda lajang. Saritem pun berhasil mengumpulkan perempuan-perempuan dari berbagai daerah diantaranya, Bandung, Cianjur, Sumedang, Garut, dan Indramayu.
Sejak itu, nama Saritem mulai naik pamor. Tidak hanya kalangan serdadu lajang, serdadu lanjut usia pun juga berdatangan ke tempat Saritem guna mendapatkan teman kencan.
Berangkat dari sana, teman – teman Saritem yang juga gundik tentara Belanda mulai tertarik membuka usaha serupa dan mereka semua rata-rata perempuan bekas binaan Saritem.
Meski sosok ‘Saritem’ telah tiada, namun Saritem sendiri telah naik daun di masyarakat sebagai kawasan ilegal untuk prostitusi dan komplek pelacur dan operasi praktek pelacuran.
ADVERTISEMENT
Saritem, Gadis Penjual Jamu Kota Kembang Hingga Lokalisasi Bandung (1)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto : httptempatwisatadibandung.info