Sedenbu, Departemen Propaganda Masa Kependudukan Jepang (Part I)

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadirnya deklarasi pidato “Peringatan Enam Bulan Balatentara Dai Nippon di Jawa” yang berisi pengikutsertaan upaya peninggian derajat bangsa Asia dengan jalan pendidikan, olahraga, dan kebudayaan demi menyebarkan cita - cita bangsa telah berhasil menyebarkan virus semangat yang kian membara bagi Jepang untuk melebarkan sayap kependudukannya kala itu. Melalui upaya propaganda Jepang yang diimplementasikan dalam berbagai bidang dan dikerucutkan dalam sosial - budaya kiranya berhasil menghasilkan sebuah mentalitas positif terhadap kepentingan propaganda Jepang untuk melebarkan sayapnya. Upaya propaganda dengan proposal kemenangan itulah yang terus dipupuk dan dijalankan di masa kependudukan Jepang di Hindia Belanda. Berikut berbagai upaya propaganda Jepang yang terangkum dalam wadah perkumpulan masa.
a) Sedenbu (Departemen Propaganda) - Diawali dari pengubahan Departemen Urusan Penyiaran menjadi Departemen Propaganda (Sedenbu) pada 30 Oktober 1942, Sedenbu diketuai Machida Keiji (Agustus 1942 - Oktober 1943) dan pakarnya Shimizu Hitoshi sejak 1930-an yang dibawahi naungan militer dan badan pengawasan propaganda (gunseikanbu) bertujuan untuk melakukan upaya persuasive, penyerangan indoktrinasi pola piker dan perilaku pribumi guna menghasilkan kerja sama antara Jepang dan pribumi melawan Sekutu. Upaya persuasif ini diharapkan memberikan panen mentalitas pribumi sesuai keinginan Jepang. Keberadaan Sedenbu di Hindia Belanda tersebar di 6 titik utama Jawa yakni DJakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Bandung, Sedenbu pusat di Priangan dipimpin Tanaka dan Nakamura. Adapun staf Sedenbu merupakan hasil perekrutan golongan rakyat pribumi politis seperti Mohammad Yamin (penasehat), Sukarni dan Chaerul Saleh (staff), dan budayawan baik penyanyi, pemuka agama.
sumber foto : http://www.fandyhutari.com
